“Bite your tongue.” -Pope Francis
Ketika sarapan pagi, tidak sengaja bibir atas ini tergigit. Kita tentu mempunyai pengalaman tergigit lidah atau bibir ini. Pelajaran sederhana untuk kita: seahli apa pun, dan sebanyak apa pun pengalaman kita, tetap saja kita bisa keliru dan melakukan kesalahan. Karena manusia itu tempatnya berbuat salah.
Bukankah kita sudah bertahun-tahun berpengalaman dalam hal makan? Malahan sejak bayi, tapi faktanya bibir atau lidah ini tergigit.
Begitu dengan hidup ini. Semahir apa pun kita, kesalahan itu tetap bisa terjadi. Pengalaman tidak membuat kita kebal dari kegagalan. Seahli apa pun kita, tidak membuat kita terbebas dari kesalahan.
Tergigit saat makan itu bukan berarti tidak bisa makan, melainkan bagian kecil agar kita lebih berhati-hati. Tetap rendah hati, meski kita mungkin ahli. Tetap sadar, meski kita berpengalaman. Tetap bijaksana, meski kita pintar dan cerdas secara intelektual. Tetap beriman, meski berlimpah kekayaan.
Kesalahan itu manusiawi, kegagalan itu bukan akhir segalanya, beban derita dan derai air mata itu bukan selamanya. Melainkan semua itu tanda, bahwa hidup itu proses belajar dan akan berakhir saat Tuhan memanggil. Ingatlah sepandai-pandainya tupai melompat, pasti pernah jatuh.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

