Kita sebagai umat Kristen dipanggil untuk jadi Garam dan Terang Dunia. Hal ini berarti kita harus jadi saksi kasih Allah melalui perbuatan baik untuk menunjukkan kasih-Nya kepada dunia. Semoga perbuatan baik kita dapat memuliakan Bapa dan melalui perbuatan itu orang lain dapat memuji Bapa di Surga.
Yesus dalam khotbah di bukit menyerukan umat-Nya untuk jadi garam dan terang dunia. “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu hilang rasa, dengan apa ia dapat diasinkan? Garam itu tidak berguna, dan hanya untuk dibuang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas bukit tidak mungkin disembunyikan. Begitulah hendaknya terangmu itu menyinari orang agar mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuji Bapamu di Surga.”
Kitab Raja-Raja yang menampilkan cerita tentang Elia dan janda di Sarfat menunjukkan, bahwa Allah itu setia. Kita juga harus setia pada Allah dalam segala hal, dan Ia akan setia dalam memenuhi kebutuhan kita, walaupun terjadi kemarau panjang dan makanan di rumah kita akan habis. Allah menyediakan makanan dan air bagi Elia melalui janda di Sarfat. Kisah ini jadi contoh, bahwa Allah tidak pernah meninggalkan orang-orang yang setia kepada-Nya, dan Ia selalu menyediakan kebutuhan mereka. Allah menyertai kita dalam setiap jengkal perjalanan hidup kita; tidak membiarkan kita berjuang sendirian. Ia adalah Bapa yang mengasuh dan mengasihi kita.
“Ya Bapa, Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu. Semoga kami juga setia kepada-Mu agar mampu jadi Garam dan Terang Dunia sebagai anak-anak-Mu. Amin.”
Ziarah Batin

