Dunia sering tampak tertutup bayangan. Kekerasan, kebencian, ketidakadilan, dan kepalsuan dapat membuat orang merasa tidak berdaya.
Sepanjang sejarah, Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Dia selalu mengirimkan tanda kehadiran-Nya, sinar cahaya kecil yang menembus kegelapan dan mengingatkan kita, bahwa kebaikan, kebenaran, dan belas kasihan pada akhirnya akan menang. Salah satu sinar terang ini adalah Nabi Elia, seorang saksi istimewa akan kehadiran Allah yang menyelamatkan.
Elia muncul selama periode sulit dalam sejarah Israel. Raja Ahab telah menjauhkan banyak orang dari Allah, melakukan ibadat palsu dan ketidakadilan. Elia dengan berani memberitakan kebenaran Tuhan dan mengumumkan penghakiman Ilahi atas Raja dan bangsa.
Tuhan memelihara Elia, karena dia dipilih untuk membawa orang kembali ke jalan kehidupan. Melalui kata-kata dan tindakannya, dia jadi tanda, bahwa Tuhan menginginkan pertobatan, penyembuhan, dan keselamatan umat-Nya. Dia adalah seberkas cahaya dari Surga yang bersinar di masa kegelapan rohani.
Kisah Elia mengingatkan kita, bahwa terang Tuhan sering muncul melalui manusia biasa yang bersedia mendengarkan suara-Nya. Elia tidak berkuasa menurut standar duniawi. Dia takut, kesepian, dan putus asa. Pada satu titik dia bahkan ingin mati. Tapi Tuhan menguatkannya dan bekerja melalui dia. Hal ini mengajarkan kita, bahwa terang Allah tidak bergantung pada kesempurnaan manusia. Sebaliknya, bersinar melalui hati yang percaya kepada-Nya dan setia di tengah kesulitan.
Berabad-abad kemudian, terang Surgawi ini mencapai kepenuhan di dalam Yesus Kristus. Dalam Khotbah di Bukit, Yesus mengungkapkan cara hidup baru melalui Ucapan Bahagia. Dia menyatakan, diberkati orang miskin dalam roh, lemah lembut, berbelas kasihan, pembawa damai, dan mereka yang lapar akan kebenaran. Di dunia yang sering merayakan kekuasaan, kekayaan, dan kepentingan pribadi, Yesus menawarkan visi yang sangat berbeda. Melalui Ucapan Bahagia, Dia menunjukkan, bahwa kebesaran sejati itu tidak ditemukan dalam dominasi, tapi dalam kasih, kerendahan hati, dan kasih sayang.
Saat ini, dunia masih berjuang menghadapi berbagai bentuk kegelapan. Perang, perpecahan, informasi yang salah, dan prasangka terus melukai hati manusia. Tapi terang yang bersinar melalui Elia dan Kristus belum padam. Setiap tindakan kebaikan, kedamaian, dan kebenaran yang dilakukan dengan kasih jadi cerminan dari terang Surgawi itu.
Kita jangan hanya mengagumi terang, tapi juga untuk membawa ke tempat di mana harapan itu tampak tidak ada. Sebagai pengikut Kristus, kita diundang untuk jadi sinar terang dari Surga bagi orang lain. Seperti Elia, kita dipanggil untuk membela kebenaran, bahkan meskipun tidak populer. Seperti Yesus, kita dipanggil untuk menghidupi Ucapan Berbahagia dan mengungkapkan belas kasihan Allah kepada dunia.
“Tuhan yang Maha Kuasa dan Pengasih, berilah kami kemurnian hati dan kejernihan pikiran untuk membawa kabar baik tentang kasih, harapan, kedamaian dan keadilan kepada dunia ini. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

