Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Radix Malorum est Cupiditas”
“Ketamakan adalah Akar dari Segala Kerusakan”
(Latin)
Negeri yang Tamak Korupsi
Dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menunjukkan, betapa sulitnya Indonesia bersih dari korupsi. Demikian sub judul dari judul Negeri yang Tamak Korupsi, Tajuk Rencana, Kompas, Sabtu/Minggu, (6/7/6/2026).
Pada tanggal (3/6/2026) Kejaksaan Agung menetapkan bekas Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan wakilnya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa terkait program Makan Bergizi Gratis.
Selain itu, juga kasus bekas Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang baru saja divonis 4,5 tahun karena menerima suap untuk percepatan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Berdasarkan daftar panjang kasus korupsi yang diterima para pejabat setingkat Menteri, kepala Badan dan Wakilnya di Indonesia, kita pun patut menduga, “Jangan-jangan negara ini dihuni elite yang tamak akan korupsi,” demikian tulis sang editor.
Tulisan ini berjudul, “Corruption by Greed” yang bermakna, bahwa “Korupsi oleh Keserakahan.”
Mari Kita Membedahnya!
- 1. Makna Filosofis dan Sosial
Inilah sebuah tindakan penyalahgunaan wewenang atau kepercayaan untuk keuntungan pribadi yang didorong oleh keinginan berlebihan (serakah) akan harta, kekuasaan, atau status.
- Corruption (Korupsi): dari kata Latin ‘corrumpere’ ‘merusak, membusukkan, dan menghancurkan integritas.’
- Greed (Kerusakan): Keinginan egois yang tidak pernah puas (insatiable desire). Jadi, corruption by greed adalah ‘kerusakan integritas seseorang atau pun sistem, karena racun ketamakan.’
- 2. Makna Filosofis: Kehilangan Jati Diri dan Rasionalitas
Secara filosofis, keserakahan adalah sebentuk kebodohan eksistensial.
- Ilusi Kepenuhan: korup, karena sikap serakah percaya, bahwa kebahagiaan itu bisa dibeli dan ditimbuni. Padahal dalam filsafat Stoik dan Timur mengajarkan, bahwa kebahagiaan sejati itu datang dari kecukupan, dan bukan dari kelimpahan materi.
- Perbudakan Diri: Ironisnya orang serakah itu merasa bebas, karena mempunyai banyak uang, tapi sebenarnya ia adalah budak dari keinginannya sendiri.
- Pengkhianatan terhadap Kontrak Sosial: Di dalam filsafat politik, pemimpin atau individu yang diberi kepercayaan untuk melayani kebaikan bersama (common good atau bonum commune). Maka, dalam konteks ini, korupsi adalah sebentuk pengkhianatan tertinggi terhadap kontrak sosial.
- 3. Makna Rohani dan Spiritual: Penyakit Jiwa dalam Pandangan Spiritual “Corruption by Greed” adalah tanda kematian hati nurani.
- Idolatri (Penyembahan Berhala Modern)
Keserakahan menjadikan materi sebagai ‘Tuhan’, harta itu jadi pusat semesta menggantikan posisi Tuhan.
- Kekosongan Spiritual (Spiritual Void): Orang jadi kian serakah itu bukan karena butuh barangnya, melainkan karena ia mencoba mengisi kekosongan batinnya dengan benda mati. Kian banyak yang dimilikinya, kian besar pula lubang di dalam hatinya.
- Pemutusan Relasi Kasih: Koruptor yang digerakkan oleh keserakahan akan melihat sesama manusia bukan lagi sebagai saudara, atau ciptaan Tuhan, melainkan sebagai alat atau korban untuk mencapai tujuan.
Konklusi
“Corruption by Greed” adalah suatu batu peringatan bahwa ketamakan itu adalah akar dari segala kerusakan!”
Jika memang demikian, Tuhan, sungguh, betapa mengerikan penyakit hati manusia ini!
Kediri, 8 Juni 2026

