“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan” (Mrk 12: 43b).
Allah tidak terkesan oleh penampilan. Yesus menyingkapkan hati manusia. Dunia sering menilai dari jumlah, dari penampilan luar, dari besar kecilnya kontribusi. Tapi Tuhan melihat motivasi dan kasih yang tersembunyi di dalam lubuk hati.
Ahli Taurat mencari kehormatan, sedangkan janda itu tidak mencari perhatian siapa pun. Ia mungkin tidak dikenal, dipuji, bahkan tidak dianggap penting. Tapi di mata Yesus, ia sungguh luar biasa.
Janda itu memberi bukan dari kelebihan, melainkan dari kekurangannya. Ia mempersembahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Dalam hal ini, Ia jadi gambaran Yesus sendiri. Yesus tidak memberi ‘sebagian’ dari diri-Nya; Ia memberi seluruh hidup-Nya di kayu salib.
Tidak semua orang dapat memberi hal-hal besar secara materi, tapi setiap orang dapat memberi dengan hati: menyediakan waktu untuk mendengarkan, menunjukkan kesabaran dan keramahan dalam keluarga, melayani dengan setia, meskipun tidak terlihat, dan memanjatkan doa-doa yang tersembunyi.
Di mata Tuhan, uang ‘dua peser’ kecil yang diberikan dengan cinta itu jauh lebih berharga daripada persembahan besar tanpa kasih.
Sr. M. Chiara, P. Karm
Sabtu, 06 Juni 2026
2 Tim 4: 1-8 Mzm 71: 8-9.14-17.22 Mrk 12: 38-44
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

