Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawaban orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” (Mrk 12:34a).
Pernyataan Yesus kepada seorang ahli Taurat ini merupakan pujian sekaligus undangan. Orang itu sudah memahami inti iman, tapi belum sepenuhnya hidup di dalam kasih Allah.
Bayangkan, seorang anak muda yang sudah mempelajari cara bersepeda. Ia tahu cara menyeimbangkan roda, mengerem dengan benar, dan mengikuti rambu lalu lintas. Semua teori dikuasainya, bahkan ia bisa mengajarkan pada teman-temannya. Jika ia belum pernah benar-benar naik sepeda di jalanan, ia belum sungguh jadi pesepeda.
Begitu pula dengan iman kita. Jika kita rajin berdoa, mengikuti Misa, bahkan memahami ajaran Gereja. Iman itu baru nyata, ketika kita mulai menghidupinya dengan kasih: sabar kepada orang yang menyebalkan; jujur, meskipun merugi; membantu teman atau tetangga yang kesusahan. Saat itulah iman kita jadi hidup, dan Kerajaan Allah hadir dalam tindakan sehari-hari.
Tuhan mengundang kita untuk melangkah lebih jauh, dari sekadar ‘dekat’ jadi dengan kesungguhan hati masuk ke dalam Kerajaan-Nya, hidup yang dipenuhi kasih nyata.
Sr. Philippa Nerissa, P. Karm
Kamis, 04 Juni 2026
2 Tim 2: 8-15 Mzm 25: 4-5.8-10.14; Mrk 12: 28-34
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

