“Hidup itu berproses, maka jangan banyak protes.” -Rio, Scj
Sambil menikmati kopi pagi hari, terlihat Romo Puryanto, Scj berdiri sambil memegang teken atau krek. Saya jadi teringat falsafah Jawa teken, tekun, tekan. Tiga sikap ini bila dipegang dan diwujudkan dalam hidup bisa mengarahkan kita untuk jadi pribadi yang luar biasa.
Teken itu menggenggam, artinya menggenggam niat, kehendak, dan harapan. Menggenggam tujuan hidup kita. Saat keadaan hidup goyah, yang harus dipegang itu bukan rasa takut, melainkan pengharapan dan tujuan hidup yang telah kita mulai. Karena orang yang tahu tujuannya itu tidak akan mudah kehilangan arahnya.
Tekun, tekun itu setia pada proses yang dijalani. Selalu melakukan yang perlu dilakukan. Walaupun pelan-pelan. Tidak semua perubahan itu terlihat cepat. Ada yang tumbuh secara diam-diam, tapi perlahan menguatkan. Setia berproses untuk sukses.
Sedangkan tekan, tekan itu sampai tujuan. Bila hidup terasa belum sampai tujuan, lebih baik disyukuri. Kita pasti akan sampai di tujuan juga. Bila hari-hari itu terasa berat, yakinlah semua baik-baik saja, dan indah pada waktu-Nya. Jika belum indah, waktunya saja yang belum tepat. Ingat pesan sederhana ini, “Genggam tujuanmu dengan niat, jalanilah dengan tekun, dan kelak harapan serta perjuangan yang diinginkan akan tercapai.”
Teken, tekun, dan tekan.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

