1.
Fajar dan Bintang
Fajar Timur bercahaya setiap hari
tuliskan syair mantra dalam jiwa raga
Bulan dan bintang membaca dan mengajarkan
Sejak tete moyang leluhur hingga kini
“Tanah Papua adalah tanah perjanjian
Hutan, gunung, lembah dan lautnya adalah pusaka
Surga kecil yang jatuh ke bumi
OAP semua adalah penjaga dan pewarisnya”
Dan…
ketika Surga ini dinodai dan dirampok
Di mana dan ke mana kalian semua anak cucu
Ketika tanah pusaka dikoyak dan dikuras
mengapa kalian berkelahi dan mabuk
Ketika jabatan, uang dan senjata mempesona
Masihkah kalian penjaga dan pewaris tanah Papua?
“Pulanglah ke dalam jiwa ragamu
tanyakan pada diri pribadimu
Tunduklah memeluk Tanah Papua
bisikkan jawaban hati sanubarimu
Lihatlah Fajar dan Bulan Bintang
nyatakan suara akal warasmu dan tekad jiwamu”
2.
Kasuari dan Cendrawasih
“Aku Kasuari
adalah Ibumu di tanah ini
Akulah yang menerima perjanjian semesta Sang Ilahi
Lalu,
Aku dipercaya melahirkan kalian
Anak cucu di tujuh wilayah adat Papua
agar jadi penjaga dan pewaris Surga di sini
Masihkah kalian akui aku Ibumu?”
“Aku Cendrawasih
Panglima penjaga tanah Surga
Tanah Papua dan kalian orang asli Papua
Adat budaya sakral telah diwariskan
untuk menjaga hidupmu dan memelihara alam tanah pusaka ini
Mengapa rumahku dirusak dan dihancurkan
Di mana dan ke manakah kalian anak cucuku
Ketika datang perusak dan penindasmu?
3.
Mama Papua
“Wahai putra-putriku
Ini aku Ibumu
Ibu Tanah Papua
Ini aku Mamamu
Mama asal usul kehidupanmu
yang siang malam menggendongmu
yang tanpa lelah memberimu makan minum
Masihkah aku Mama bagimu?”
“Wahai anak cucuku
Rambutku terus digundulkan
Buah dadaku dicakar dan dipotong
Perutku dikorek dan terus dikuras
Air susu dan darahku dikotori mercuri dan limbah beracun
Aku terluka parah dan lara menderita
Mengapa kalian diam dan justru berkelahi?
4.
Tradisi Bakar Batu
Kemarin…
Kita berpesta rezeki penuh harmoni
Ketika acara Bakar Batu terjadi
dengan semua hasil dari tanah ini
Sayur, ubi, sagu, daging
Kasih sayang Ilahi dalam panas kobar bara persaudaraan
Diiringi senyum canda bahagia
Hari ini…
Api amarah dan perkelahian membakar
Tidak saja bangunan dan harta milik
tetapi darah daging kita dan nyawa hilang
Hasutan dan angka uang telah meracuni
Relasi darah adat budaya dan iman perlahan sirna
Acara bakar batu terus menjelma
Sudah jadi kebakaran emosi dan arang abu jiwa raga
5.
Nokenisme dan Tifaisme
Noken itu mantra istimewa…
bahannya dari alam Papua
dianyam oleh tangan kita orang asli Papua
dipakai dan diberi makna oleh kitong semua
Noken itu anyaman jiwa raga kehidupan kitong OAP
Apakah bisa menganyam kemandirian pribadi
jika hutan hilang dan tanah air dikuras isi kekayaannya?
Tifa itu doa istimewa
dibuat dari bahan alam tanah Papua
Dipakai dan diberi makna oleh kita para pewaris Papua
Kita bunyikan Tifa gaungkan harkat martabat
Kita bernyanyi, menari dan berdoa
diiringi irama senandung sakral nafas Tifa
Apakah Tifa kita masih berbunyi
ketika kita ditindas, diinjak adat budaya dan merana jiwa raga?

