Para pengikut Kristus ini seperti koin. Gambaran rupa Allah dicap pada kita waktu pembaptisan. Kita dilekatkan meterai dan terikat mati oleh Roh Kudus melalui Sakramen Penguatan. Rupa dan meterai itu mempertegas kepada dunia, bahwa kita ini adalah milik Allah.
Seperti sapi dan kerbau yang ditandai pada tubuh mereka oleh pemiliknya, orang yang melihat koin Romawi akan langsung mengatakan rupa atau milik siapa sebenarnya. Pada setiap koin Romawi ditaruh wajah Kaisar. Oleh karena itu, Yesus begitu melihat koin yang ditanyakan orang-orang, Ia langsung mengatakan, bahwa itu miliknya Kaisar, maka perhatian dan pengabdian diberikan kepada Kaisar. Pajak dan segala tagihan negara diberikan ke Kaisar.
Sebaliknya kita yang sudah dicap dan dimeteraikan dengan rupa Allah, mestinya kita berikan perhatian, dedikasi, dan penyembahan kepada Allah dalam seluruh hidup kita. Artinya kita tampilkan dan hadirkan rupa Allah kepada dunia: khususnya di hadapan kaisar, penguasa dan kekuatan dunia ini, bahwa ada rupa Allah yang mempunyai kualitas yang berbeda, bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan yang dimiliki dunia ini.
Koin-koin itu dapat dilihat dan diinginkan di mana-mana, bergantung pada kegiatan manusia. Mereka mempunyai harga dari yang murah sampai yang paling tinggi, dari membeli selembar kertas sampai yang miliaran untuk membeli tanah atau rumah.
Sama dengan koin-koin itu, kita yang dicap dengan rupa Allah mesti dapat juga menjangkau dan berbuat di mana pun di seluruh dunia, dalam berbagai tempat dan situasi untuk jadi garam dan terang dunia.
Sebagai contoh, wajah Tuhan sebagai pengampun hadir pada diri Anda yang adalah seorang pengikut Kristus, ketika kebijakan publik atau institusi negara diterapkan sedemikian sampai membuat hak Anda diperlakukan tidak adil. Di sini, tindakan pengampunan mestinya bisa sangat diperlukan, meskipun penegakan hukum yang mengikuti ranahnya sendiri tentu akan dilakukan untuk menegakkan keadilan dan kebenaran.
Jika dunia atau kebanyakan orang tidak memperhatikan atau mengindahkan pengampunan, perdamaian, dan toleransi mungkin, karena jiwa mereka dikuasai oleh kaisar dunia ini. Sedangkan koin para pengikut Kristus, yaitu wajah Allah mestinya makin bersinar terang supaya Kerajaan-Nya dapat menguasai seluruh dunia dan setiap pribadi manusia, sehingga dapat menyelamatkannya.
“Ya, Yesus Kristus, kami menyadari, bahwa rupa Bapa-Mu ada pada-Mu dan kami mengambil rupa yang sama, karena telah memilih dan mengikuti Engkau. Semoga kami semangat dan bertekun memakai wajah-Mu dalam setiap saat hidup kami, kini dan sepanjang masa. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

