“Hidup yang layak dipersembahkan kepada Allah, karena kami diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya.”
Allah yang Maha Rahim, Yesus menghadapi jebakan yang dibungkus dengan pujian. Orang-orang Farisi dan Herodian datang dengan kata-kata manis, tapi hati mereka penuh dengan maksud tersembunyi. Yesus tidak tertipu oleh penampilan luar. Ia melihat jauh ke dalam hati manusia.
Mereka mencoba memaksa Yesus memilih antara dua pilihan duniawi: mendukung atau melawan Kaisar. Tapi Yesus menunjukkan jalan yang lebih tinggi. Ia mengajar kami untuk melihat segala sesuatu dengan ‘kacamata’ Surgawi.
Ketika Ia meminta diperlihatkan sebuah koin dan bertanya, “Gambar siapakah yang tertera di sana?” Yesus membawa perhatian mereka kepada kebenaran yang lebih dalam. Koin itu memang memuat gambar Kaisar. Tapi kami manusia, termasuk kaisar itu, membawa gambar-Mu, ya, Bapa.
Jika koin itu layak diberikan kepada Kaisar, karena memuat gambarnya, maka hidup kami sungguh layak dan pantas dipersembahkan kepada-Mu, karena kami diciptakan menurut gambar dan rupa-Mu.
Bapa, jangan biarkan kami melupakan identitas kami yang sejati. Di tengah dunia yang penuh kebingungan, godaan, dan berbagai suara yang ingin menarik kami menjauh dari-Mu, teguhkanlah iman kami. Seperti nasihat Rasul Petrus kepada Jemaat perdana, jagalah kami agar tidak hanyut oleh kesalahan dan kehilangan keteguhan iman.
Ajarlah kami untuk terus bertumbuh dalam rahmat dan pengenalan akan Yesus Kristus. Ketika badai kehidupan datang, Engkaulah jangkar yang meneguhkan hati kami. Ketika dunia menawarkan jalan yang lebih mudah, berikan kami keberanian untuk tetap setia.
Sambil menantikan kedatangan Kristus dalam kemuliaan, mampukan kami untuk mempersiapkan diri dengan hidup dalam pertobatan, doa, kasih, dan pelayanan. Semoga setiap hari hidup kami jadi seruan penuh harapan:
“Maranatha! Datanglah, Tuhan Yesus!”
Anugerahkan kepada kami Roh Kebijaksanaan dan Nasihat, agar kami mampu mengambil keputusan yang benar dalam setiap situasi. Jadikan hidup kami makin mencerminkan gambar-Mu: penuh belas kasih, kerendahan hati, dan cinta kasih.
Semoga setiap orang yang bertemu dengan kami dapat melihat pantulan wajah-Mu melalui perkataan, tindakan, dan hidup kami.
Demi Kristus, Tuhan kami, Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

