“Disadari atau tidak, kadang kita membiarkan diri ini dipakai oleh orang lain untuk merealisasikan rencana jahatnya. Kadang kita melakukan, karena ketidaktahuan, tapi lebih sering kita melakukan atas keputusan bebas kita sendiri.”
Dikisahkan dalam Injil, bahwa sekelompok orang disuruh oleh beberapa orang Farisi dan Herodian untuk menjerat Yesus. Di satu pihak, kedua kelompok itu tidak senang dengan Yesus, sehingga memiliki rencana jahat terhadap-Nya, tapi mereka tidak berani menghadapi langsung, dan di lain pihak, mereka menggunakan orang-orang yang mungkin tidak mempunyai dendam atau bahkan orang yang lugu dan polos itu untuk merealisasikan rencana jahatnya kepada Yesus.
Pagi ini kita disadarkan, bahwa;
- 1) Kebencian, iri hati, dan dendam yang disimpan di hati itu bisa saja membuat kita nekat melakukan kejahatan atau menggunakan orang lain untuk membalas dendam kepada orang yang menyakiti kita.
- 2) Kadang atas desakan ekonomi, karena kebutuhan bahkan mungkin juga menguji nyali dan demi kesenangan, kita membiarkan diri ini: mulut, tangan dan kaki untuk merusakkan dan menghancurkan orang lain, yang sama sekali tidak bersalah pada kita.
- 3) Hendaknya kita sadar, bahwa merugikan, menghancurkan, bahkan sampai membunuh orang yang tidak bersalah pada kita itu adalah sebuah kebodohan diri yang akhirnya merugikan diri sendiri.
Mari kita bertanya diri sendiri:
- 1) Apakah saya pernah dimanfaatkan atau sengaja membiarkan diri dipakai orang lain untuk menghina dan mencelakakan sesama?
- 2) Apakah saya pernah mengorbankan orang lain demi ambisi, keinginan, dan bahkan nafsu untuk mendapatkan sesuatu?
Sekadar mengingatkan, bahwa Tuhan menciptakan kita sebagai alat-Nya untuk berbuat baik kepada semua orang. Maka kembalilah kepada keaslian dirimu.
Monsignor Inno Ngutra, Pr

