“Jadikan kami hamba-hamba yang setia, bukan pengelola yang sombong dan memberontak, melainkan pengelola yang bijak.”
Allah yang Maha Rahim, kami bersyukur, karena Engkau telah menanam ‘kebun anggur’ kehidupan kami dengan begitu indah. Engkau menyediakan segala yang kami perlukan: iman, keluarga, talenta, kesempatan, kesehatan, serta rahmat-Mu yang tidak pernah habis.
Sering kali kami lupa, bahwa semuanya adalah milik-Mu. Kami bertindak seolah-olah hidup ini milik sendiri, dan bukan titipan yang harus kami kelola bagi kemuliaan-Mu.
“Ampunilah kami, ya, Bapa.”
Ampunilah, ketika kami menolak menghasilkan buah kasih, kami lebih mencari kenyamanan daripada kesetiaan, kami menunda-nunda melakukan kebaikan, atau ketika kami menggunakan berkat-Mu hanya untuk diri sendiri.
Terima kasih, karena Engkau tidak pernah menyerah terhadap kami.
Berkali-kali kami jatuh, tapi berkali-kali pula Engkau memanggil kami kembali. Bahkan, ketika manusia menolak Putra-Mu, Engkau tetap mengubah salib itu jadi jalan keselamatan dan ‘sumber kerahiman’ yang tak berkesudahan.
Kami mengenang St. Yustinus Martir, yang dengan berani mencari kebenaran dan menemukan kepenuhannya dalam Yesus Kristus. Berilah kami hati yang haus akan kebenaran dan keberanian untuk tetap setia kepada-Mu dalam segala keadaan.
Bapa, Engkau telah memberikan kami rahmat yang cukup untuk hidup kudus. Tolonglah kami untuk bekerja sama dengan rahmat itu setiap hari. Ajarlah kami untuk bertumbuh dalam iman, kebajikan, penguasaan diri, ketekunan, dan kasih.
Kami serahkan seluruh hidup kami ke dalam tangan-Mu. Jadikan kami hamba-hamba yang setia, bukan pengelola yang sombong dan memberontak, melainkan pengelola yang bijak. Semoga hidup kami menghasilkan buah yang berlimpah bagi Kerajaan-Mu.
Yesus, Batu Penjuru yang kami perlukan, tinggallah di pusat hati kami.
Yesus, Engkaulah Andalanku. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

