Mario, seorang murid kelas 5 SD sedang mengerjakan PR. Karena tidak menemukan jawaban, ia bertanya kepada Bapaknya: “Papa, Tuhan Allah itu satu, tapi mempunyai tiga pribadi, apa maksudnya?’” Bapak itu diam sejenak dan menjawab, “Itu sulit sekali untuk dijawab, Nak. Tanyakan itu ke Mamamu di sana.”
Mario mendekati Ibunya, “Mah, Tuhan itu satu, tapi punya tiga pribadi, apa maksudnya?”
“Mama tidak bisa jawab, pekerjaan masih banyak. Kamu belajar saja di sana, ya!” jawab Ibunya.
Esok harinya di sekolah, Mario melaporkan kepada guru, “Bu Guru, tak ada jawaban. Bapak dan Ibuku tak bisa menjawab. Kalau Bu Guru, jawabnya apa, ya?” Guru itu diam sejenak, lalu menjawab: “Jawabnya nanti saja, ya, Mario. Lebih baik marilah kita lanjutkan pelajaran.”
Mario merasa kecewa. Di buku tulisnya ia menjawab sendiri pertanyaan itu: Kita bertanya terus saja tentang artinya Tritunggal Maha Kudus, jawabannya tak mesti didapat sekarang, atau mungkin tak perlu tahu juga. Yang penting bisa sebut nama-Nya dan percaya.”
Kesulitan umum orang beriman ialah tidak sepenuhnya mengetahui dan mengerti bagaimana atau seperti apa Tritunggal itu. Satu Allah tiga pribadi ada dalam hafalan. Kita menyebut nama-Nya di dalam doa-doa dan ibadat. Kita rayakan pesta dan hari raya-Nya. Kita beriman kepada-Nya sejak pembaptisan dan ditetapkan oleh-Nya di dalam Sakramen Penguatan. Tapi pengetahuan kita terbatas tentang Dia. Kita mendengar dan belajar di sana sini, tetap saja kita tidak puas. Jawabannya tidak mesti sekarang, atau mungkin tak perlu juga mendapatkan jawaban yang sungguh memuaskan.
Bagaimana atau seperti apa keadaan dan kehidupan satu Allah tiga pribadi secara persis tak ada yang tahu. Tak ada kitab suci dan tradisi tersendiri tentang mereka. Kita hanya tahu dalam definisi tertentu, karena Tuhan Yesus yang mengatakan dan mengajarkan di dalam Injil. Dia mengatakan itu sebagai misteri besar iman kita, yaitu persekutan Tritunggal yang tidak dapat terpisahkan. Tugas Yesus ialah menyatakan kemuliaan Allah itu kepada kita: Allah Bapa, Allah Putra, Allah Roh Kudus, dan untuk mempersatukan kita dengan Tuhan di dalam satu persekutuan kasih di dunia, yaitu Gereja.
Tujuan terakhir yang dicapai oleh kita orang-orang beriman ialah memasuki persekutuan sempurna di dalam kemuliaan abadi Tritunggal. Perutusan dari Yesus dan Roh Kudus sama, karena Yesus mengatakan kepada para murid dan kita, bahwa Roh Kudus yang akan mengajarkan kita dalam semua kebenaran. Yang dimaksudkan ialah kebenaran tentang Allah, misteri agung Tritunggal Suci. Meskipun pengetahuan kita terbatas tentang Tritunggal Kudus, tapi yang penting kita tidak boleh hilang iman dan kesetiaan kepada-Nya.
“Ya, Tritunggal suci, semoga Allah Bapa melindungi dan memenuhi kami dengan segala kemurahan, Allah Putra mempersatukan dan menyelamatkan kami sebagai satu kawanan umat kesayangan-Mu, dan semoga Allah Roh Kudus terus mengajarkan dan menerangi kami dalam segala kebenaran tentang kebesaran kemuliaan-Mu. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

