“Kita adalah makhluk insani yang diciptakan oleh Yang Ilahi serupa dan secitra dengan-Nya, sehingga apa pun yang kita lakukan sebagai kebaikan pasti bersumber dari Dia yang adalah Kebaikan Sejati.”
Orang-orang Farisi, para Imam dan Tua-tua Yahudi mempertanyakan asal dan sumber dari semua kuasa yang digunakan oleh Yesus untuk melakukan mukjizat. Bukannya mereka tidak tahu bahwa Yahweh mereka bisa bekerja melalui manusia seperti pemimpin dan Nabi-nabi mereka, melainkan karena kecemburuan terhadap Yesus telah melumpuhkan hati dan pikiran mereka untuk berpikir jernih dan positif terhadap-Nya.
Pelajaran penting yang kita peroleh:
- 1) Berani dan jujur mengakui kebaikan, kelebihan, dan keunggulan orang lain akan mengurangi, bahkan mematikan kecemburuan di dalam hati dan pikiran ini;
- 2) Dukunglah semua orang yang melakukan kebaikan demi kesejahteraan banyak orang;
- 3) Bila engkau tidak mampu melakukan kebaikan, maka setidak-tidaknya jangan menghalangi orang lain untuk melakukan kebaikan itu.
Akhirnya sadarilah, bahwa di mana ada kebaikan dan cinta, di situ Allah hadir. Betapa indahnya, jika Anda sadar, bahwa Allah melakukan kebaikan kepada manusia melalui engkau.
Monsignor Inno Ngutra, Pr

