Calon Mantu – 25 | Oleh Mas Redjo
Red-Joss.com | Sesungguhnya, menyediakan biji plastik untuk produksi sendiri itu lebih menguntungkan, karena be-es ditanggung oleh Pak Hasan. Lalu saya menjual plastik kemasan itu dengan harga toko, sehingga keuntungan saya jadi lebih besar.
Jika saya membantu Pak Hasan menyediakan bahan itu juga tidak berarti agar Wen simpati pada saya, lalu memuluskan hubungan Wen dan Bagas. Apalagi, Henry yang semula dikira pacar Wen, ternyata sepupunya!
Bagi saya mencari keuntungan dalam kesempitan itu hal yang tabu, dan memalukan! Lebih-lebih soal hati: perasaan antara Wen dan Bagas. Saya juga tahu diri, Pak Hasan yang sedang susah itu harus dibantu, tidak untuk dimanfaatkan!
Saya jadi ingat pada DR, bos grosir makanan ringan. Meski ditawari plastik dari pabrik langsung, tapi DR tidak tergiur dengan harga murah. Karena ia merasa dibantu. Beda harga Rp 500-1.000 itu tidak masalah. Yang utama adalah sadar diri untuk menjaga dan merabuk hubungan itu. Sehingga tidak lupa diri, apalagi melupakan mereka yang telah berjasa, meski usahanya berkembang dan sukses.
Selanjutnya baca di Calon Mantu – 25 | Mencari Keuntungan dalam Kesempitan

