“Ketika melayani sesama, sejatinya kami sedang bertemu dengan Yesus.”
Allah yang Maha Rahim,
Yakobus dan Yohanes datang kepada Yesus dengan permintaan yang berani: “Kami mau Engkau melakukan apa saja yang kami minta.” Mereka menginginkan tempat kehormatan dan kebesaran, tanpa memahami, bahwa Yesus sedang berjalan menuju penderitaan dan salib.
Bapa, sering kali doa kami juga diam-diam sama. Kami datang membawa keinginan kami sendiri: ingin dihargai, berhasil, dan segala sesuatu berjalan sesuai rencana dan Engkau menyetujui rancangan kami. Tanpa sadar kami meminta agar kehendak kamilah yang terjadi, bukan kehendak-Mu.
Yesus tidak menolak mereka. Dengan lembut Ia bertanya: “Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?” Pertanyaan itu bukan hanya untuk mereka, tapi juga untuk kami.
Yesus membalik cara dunia berpikir. Ia mengajarkan, bahwa kebesaran itu bukan tentang kedudukan, kuasa, atau pujian, melainkan tentang kasih yang melayani. Bukan tentang dilayani, melainkan tentang rela memberi diri. Sebab Putra-Mu sendiri datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan menyerahkan hidup-Nya bagi banyak orang.
Bapa, ajarlah kami untuk berdoa dengan hati yang baru: bukan sekadar meminta agar Engkau melakukan yang kami inginkan, tapi memohon rahmat agar kami mampu melakukan yang Engkau kehendaki.
Ketika cawan yang Engkau berikan berisi perjuangan sehari-hari, pengorbanan kecil, kekecewaan, atau kesetiaan dalam hal-hal sederhana, mampukan kami menerimanya dengan kasih. Sebab dalam setiap kesempatan untuk melayani, kami sesungguhnya sedang bertemu dengan Yesus.
Bapa, jadikan kami pelayan kasih-Mu, yang mencari Engkau lebih dari segala sesuatu.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

