1.
Pada mulanya tanya
Ini apa itu apa
Ini siapa itu siapa
Dan
Mama adalah Guru serba bisa
dalam senyum membalut lara
dengan ceria membungkus duka
terus meramu air mata dan darah
jadi senyum dan tawa ceria
berbekal mantra tanya dan doa sahaja
Para Ayah berburu jawaban di ladang dan hutan belantara
agar jadi rezeki keluarga
Mereka memancing harapan dengan kalo dan jala seadanya
demi nafas dan darah anak cucu
2.
Tanya disematkan di bola mata
agar melihat dengan mata Mama
Tanya dijadikan gelang di tangan dan kaki
Tanya melingkar jadi kalung di leher
Tanya dikunyah dan dimasukkan dalam mulut dengan air susu, makanan dan minuman
Tanya ditulis di ubun-ubun sebagai mantra
Tanya ditiup ke dalam nafas dan mengalir dalam darah
Siapakah aku ini dan mengapa terlahir
Dari mana dan akan ke mana langkahku
Bagaimana harus mengembara menemukan jawaban tanya
dalam samudra ruang dan waktu?
3.
Jika jiwa ragaku dimeterai dengan tanya
untuk berkelana di samudra ruang dan waktu
Apakah aku berasal dari Ibu Bapa tanya
karena mereka pun terlahir dengan tanya
Ataukah diriku dan seluruh isi semesta adalah sosok wajah Sang Maha Tanya
Sejarah jejak langkah kembara insan
mencatat pasti tentang samudra tanya
Mungkin jawaban tanya itu ombak gelombang
Mungkin jawaban tanya adalah pasir dan buih
Mungkin jawaban tanya ada di angkasa
pada planet, udara, bulan bintang dan mentari?
4.
Ketika coba diam meraih hening
menghitung desah nafas dan degup detak jantung
Bibir tersenyum dan berbisik lirih pada angin
apakah engkau tahu jawaban semua tanyaku
Teringat seorang bocah bercengkrama dengan muara dan ombak
ternyata mereka tertawa tanpa tanya
tentang asinnya laut dan tawarnya sungai
Terkenang masa kecil berlomba mengejar bayangan di pantai
jaga tak ada tanya tentang ombak
atau birunya laut dan angkasa
Mungkin tanya itu fakta morgana dan hanya kreasi pikiran
untuk bercanda dengan fakta dan rindu damba

