Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah Ibumu!” Sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya (Yoh 19: 27).
Ketika Yesus berkata, “Inilah Ibumu,” Ia tidak hanya berbicara kepada Yohanes, tapi juga kepada seluruh Gereja dan juga kepada kita secara pribadi. Sebagai Ibu, Maria mengajarkan beberapa hal penting kepada kita.
- Pertama: Maria mencintai kesatuan. Hal ini tampak, ketika ia hadir dan berdoa bersama para Rasul sambil menantikan Roh Kudus, Sang Pemersatu.
- Kedua: Maria merupakan teladan kesetiaan. Ia tidak hanya hadir pada saat-saat penuh sukacita, tapi juga tetap berdiri teguh di kaki salib. Hal ini menunjukkan, bahwa Maria setia dan tetap menyertai dalam berbagai situasi kehidupan hingga akhir.
- Ketiga: Maria adalah teladan dalam melaksanakan Firman. Fiat Maria menunjukkan kerelaan hati yang sempurna dalam melaksanakan kehendak Allah.
Maria senantiasa hadir dalam kehidupan kita, dalam perjuangan, serta dalam suka dan duka. Ketika jiwa terasa berat, lelah, dan terluka, marilah kita datang ke pangkuan dan pelukan Maria. Ia tidak pernah membiarkan ataupun menolak kita. Berserulah kepada Bunda Maria, “Ibu, inilah anakmu.”
Sr. Mary Alberta, P. Karm
Senin 25 Mei 2026
Pw SP Maria Bunda Gereja
Kej 3: 9-15.20 atau Kis 1: 12-14 Mzm 87: 1-3.5-7; Yoh 19: 25-34
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

