Dewasa ini dunia kita dipenuhi dengan kekerasan, peperangan, luka, kebencian, dan keputusasaan. Di tengah realitas itu, sebagai pengikut Yesus, kita dipanggil untuk jadi pembawa damai, suara pengampunan, dan tangan yang menyembuhkan. Itulah inti dari perayaan Pentakosta, saat Roh Kudus turun atas para Rasul, sebagaimana yang kita rayakan pada hari ini.
Sebelum Pentakosta, para murid hidup bersembunyi dalam ketakutanl dan tanpa arah. Ketika Roh Kudus turun dan dicurahkan ke atas mereka, segalanya berubah: dari takut jadi berani, dan dari diam untuk bersaksi. Roh Kudus menyertai kita, tapi juga mengubah secara radikal. Ia menghidupkan, menggerakkan, dan mengutus.
Roh Kudus turun seperti angin keras dan lidah-lidah api. Saat itu, para murid berbicara dalam berbagai bahasa, dan semua orang mengerti yang mereka katakan. Tentu saja ini bukan hanya mukjizat bahasa, melainkan juga tanda, bahwa kasih Allah menembus batas bahasa, budaya, bahkan luka dan dosa.
Roh Kudus juga memberikan kepada setiap orang karunia-karunia berbeda, seperti karunia untuk mengajar, melayani, menghibur, menyembuhkan, menasihati, memberi hikmat, dan berbagai karunia lainnya.
Dalam Injil dikisahkan, bahwa Yesus mengembuskan Roh Kudus dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu.” Kalimat ini bukan hanya salam, melainkan juga perutusan. Seperti Allah mengembuskan napas kehidupan ke dalam manusia saat penciptaan, kini Yesus mengembuskan Roh Kudus sebagai napas baru, napas hidup rohani yang memberikan kepada kita kekuatan, keberanian, dan harapan. Karunia-karunia Roh Kudus itu dicurahkan kepada kita tidak untuk disimpan sendiri, tapi untuk dibagikan kepada sesama. Setiap dari kita yang menerima-Nya juga dipanggil, bukan hanya untuk penerima damai, melainkan juga jadi pembawa damai, bukan hanya mengalami pengampunan, melainkan juga jadi suara pengampunan, bukan hanya disembuhkan, melainkan juga jadi tangan yang menyembuhkan.
Apakah kita siap dan bersedia menunaikan panggilan ini?
“Ya Tuhan, kami siap diutus, karena yakin Engkau yang memampukan. Pakailah hidup kami untuk membawa damai, pengampunan, dan penyembuhan bagi sesama. Amin.”
Ziarah Batin

