Red-Joss.com | Tak terasa tugasku di sie pewartaan selesai. Ditandai dengan surat pendek penuh haru yang ditulis oleh Pastor Jos Cobbe, CICM. Kepala Paroki St Bernadet (Sanberna), di lembar muka Kitab Suci: “Bp SMS ytc dalam Kristus. Terimalah Kitab Suci ini sebagai tanda terima kasih dari umat Paroki Sanberna – Ciledug, atas karya kerasulan dan pengabdian anda di bidang pewartaan. Tuhan memberkati.”
Ada dua tali, biru dan merah sebagai pembatas. Kutarik tali biru dan pada kalimat teratas lembar kanan tertulis: “Hari hidupku berlalu begitu cepat.” Mereka bagaikan rumput di pagi hari, tumbuh di waktu fajar, tetapi hilang dan layu di petang hari. (Mz 90:5-6). Kebetulan atau disengaja oleh Pastor Jos, saya tak berkesempatan bertanya, karena beliau terlalu cepat tinggalkan dunia fana ini.
Ayat itu (Mz 90. 5-6) ibarat sebuah jejak, Sanberna akan menjalani jejak-jejak pahit penuh duri, mengembara dari satu tempat ke tempat lain, mempertahankan eksistensi dirinya sebagai paguyupan kaum beriman.
Jejak langkah yang amat penting untuk semua yang merasul dan mengabdi di Sanberna, siap untuk memurnikan diri dari segala motif.
Pada suatu Rapat Dewan, ketika semuanya terfokus pada preparasi peletakan batu pertama yang pertama di area BSS, maka waktu untuk Sie Pewartaan memperoleh 5 menit untuk laporan. Cukup. Karena kami hanya ingin bersyukur dipercaya menyiapkan hati 250 anak jadi tempat diletakkannya batu penjuru masa depan Sanberna, dengan Sakramen Maha Kudus yang mereka sambut.
Kini, ketika Sanberna telah 33 tahun usianya, sebagian dari mereka pasti sedang memegang peran-peran penting dalam pelayanan.
Tak apa, kalau hari hidupku berlalu dengan cepat sebab sudah banyak OMK yang telah siap menjadi petarung-petarung iman di zamannya.
Selalu sejahtera bersama.ย
…
Jlitheng

