Jabatan sebagai Pastor Paroki membuat seorang Imam sangat spesial. Umat sering menganggap, bahwa rekomendasi Pastor Paroki merupakan sarana yang penting sekali untuk memudahkan mereka mengurusi banyak hal. Surat keterangan Pastor Paroki sudah membereskan setengah bagian atau seluruh urusan tertentu.
Misalnya ada orang yang ingin memasukkan anaknya ke sekolah yang terafiliasi dengan Gereja, atau mendapatkan lowongan kerja di perusahaan yang pemiliknya adalah umat Paroki. Mereka membawa pesan dan nama Pastor Paroki dan hasilnya sangat positif. Bisa saja Pastor itu yang memberikan rekomendasi. Bisa juga ia tidak mengetahuinya, tapi nama dan jabatannya dipakai untuk kepentingan umat atau orang tertentu.
Seperti inilah, kalau kita memakai nama Yesus Kristus untuk berbagai kebutuhan yang disampaikan kepada Bapa. Semua doa kita diakhiri dengan “dengan perantaraan Yesus Kristus,” berarti nama Yesus Kristus dipakai. Kita merasa spesial dan terhormat memakai nama-Nya. Yesus sendiri tetap jadi pelayan kita, meskipun Ia sudah bersatu dengan Bapa dan Roh Kudus di Surga.
Apakah Yesus mengizinkan kita memakai nama-Nya? Tentu saja. Kalimat dari Injil Yohanes itu menunjukkan, bahwa Yesus sendiri meminta, supaya kita memakai nama-Nya: “Apa saja yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, akan diberikan kepadamu.” Memakai nama Yesus berarti kita sungguh mengenal dan mengakui Yesus secara benar, sehingga kita percaya, bahwa Dia akan memenuhi kebutuhan kita.
Mengetahui dan percaya kepada Dia secara benar dan utuh merupakan syarat utama dan mutlak. Atas dasar ini, Apollos diberikan semua penjelasan secara menyeluruh tentang Yesus Kristus, supaya ia dapat memakai nama Yesus secara benar dalam seluruh kegiatan pewartaannya. Kita juga mengambil tanggung jawab untuk memakai nama Yesus secara benar, dengan maksud yang benar agar nama Tuhan dimuliakan dan iman kita diperkuat.
Kita harus menghindari memakai nama Yesus secara sembarangan, misalnya mencatut istilah profan pada nama-Nya. Kita tidak boleh memakai nama Yesus untuk meminta sesuatu yang curang, jahat atau melawan kemanusiaan. Kita juga harus menghindari menggantikan posisi nama Yesus dengan nama orang kudus lain termasuk Bunda Maria, karena nama Yesus itu satu-satunya perantara kita kepada Bapa.
“Ya Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah pikiran dan hati kami untuk senantiasa memakai nama-Mu secara benar dalam berdoa dan memohon kepada Bapa. Semoga kami menaati dengan setia perintah dan memuji-Mu dengan semangat iman kami, kini, dan sepanjang masa. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

