Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Bekerja tidak hanya mencapai kesuksesan, tapi juga harus menjaga kejujuran dan integritas” (Jakob Oetama)
Definisi Peristilahan
Apakah itu ‘Phubbing dan Distraksi?”
- Phubbing adalah sebuah kebiasaan untuk mengabaikan orang-orang di sekitar kita demi menatap layar ponsel (phone & shubbing).
- Distraksi adalah segala hal yang mengalihkan fokus atau perhatian kita dari sebuah aktivitas yang sedang dikerjakan.
Phubbing, Pemicu Distraksi
Saat ini, banyak orang mengatakan lebih baik ketinggalan dompet daripada kita ketinggalan ponsel. Ketinggalan dompet bisa meminjam uang atau melakukan pembayaran secara digital. Sementara itu ketinggalan ponsel dapat membuat seseorang merasa terputus hubungannya dengan dunia luar. Ponsel memang memudahkan banyak aspek kehidupan kita. Ia membantu kita jadi lebih efisien, produktif, dan menghubungkan kita dengan relasi yang secara fisik berada jauh. Demikian isi paragraf pertama tulisan Eillen Rachman & Emilia Jakob, konsultan SDM Kompas, berjudul “Phubbing, Pemicu Distraksi,” Kompas, Sabtu Minggu, 16/17 Mei 2026.
Lewat tulisan ini, kita kian paham dan sadar, bahwa kehadiran media Hand Phone (HP), ternyata memiliki dampak positif maupun negatif bagi keutuhan relasi antar sesama di dalam kehidupan ini.
Mengabaikan seseorang yang sedang diajak berbicara, karena kita menatap layar ponsel, tentu biasa dialami. Kita juga sadar, bahwa secara psikologis lawan bicara kita merasa terabaikan. Sehingga lahirlah suasana yang tidak nyaman.
Ketika Anda berada di hadapan tamu dan Anda spontan meletakkan ponsel itu di atas meja pun sudah merupakan sebuah gangguan bagi tamu, karena terkesan Anda lebih mengutamakan pihak ketiga.
Bahkan kebiasaan orang yang dapat menyelesaikan beberapa pekerjaan sekaligus (multitasking), justru bukanlah sebuah efisiensi, melainkan sebagai fragmentasi.
Kehadiranmu secara Penuh
Yakinlah, bahwa sesamamu sangat membutuhkan kehadiranmu secara penuh, bukan setengah-setengah. Anda dapat membayangkan, bagaimana jadinya, jika di saat bersantai bersama pacar, perhatian Anda justru terbagi-bagi? Bukankah dia akan sangat tersinggung, karena merasa telah dinomorduakan?
Padahal di sisi lain, semua orang itu akan puas dan fokus, ketika Anda memberikan perhatian yang penuh kepadanya.
Bukankah kualitas kebahagiaan yang sesungguhnya, justru tatkala Anda telah memberikan perhatian secara penuh kepada sesamamu?
Mari hindari distraksi yang sungguh tidak Anda perlukan demi meningkatkan kualitas persahabatanmu!
Refleksi
- “Sekecil apa pun kesempatan yang tersedia bagi Anda, manfaatkanlah! Sebesar apa pun penghalang di depan Anda, loncatilah!”
(John C. Maxwell) - Di dunia yang penuh distraksi, mungkin yang paling berharga itu bukanlah kecepatan respons kita, bukan juga kemampuan kita untuk selalu ‘available,’ melainkan kemampuan untuk hadir, tanpa terbagi dengan pihak ketiga. Karena sering kali, yang orang butuhkan itu bukan solusi besar, atau jawaban cepat, melainkan satu hal sederhana, yaitu merasa, bahwa untuk beberapa menit itu, mereka benar-benar penting. Demikian paragraf penutup tulisan Eillen & Emilia.
- “Karena meninggalkan tugas setengah jalan adalah tindakan yang sangat fatal bagi karakter.”
(David Lloyd)
Kediri, 16 Mei 2026

