“Kadang mukjizat terbesar itu bukanlah saat kesedihan hilang, melainkan saat sukacita tetap hidup di tengahnya.”
Allah yang Maharahim, Yesus berbicara lembut kepada hati kami yang lelah, takut, dan sering sembunyi menyimpan luka. Engkau tidak pernah menyangkal, bahwa hidup ini mempunya air mata. Yesus sendiri berkata, bahwa kami akan berduka. Namun Ia juga memberi janji yang jauh lebih besar: dukacita itu tidak akan tinggal selamanya. Bersama-Mu, dukacita itu diubah jadi sukacita.
Inilah sukacita kebangkitan: bukan sekadar perasaan senang, karena semua baik-baik saja, melainkan keyakinan, bahwa Kristus hidup dan tetap menyertai kami.
Tuhan, sering kali kami mencari-Mu hanya dalam hal-hal besar, padahal Roh Kudus-Mu hadir setiap hari: dalam doa sederhana, dalam perjuangan yang tidak dilihat orang lain, dalam hati yang lelah, tapi tetap memilih mengasihi. Bahkan, ketika Engkau terasa jauh, sebenarnya Engkau tetap dekat.
Seperti Engkau menguatkan Paulus di Korintus, kuatkan juga kami: “Jangan takut… Aku menyertaimu.”
Saat iman goyah, ingatkan kami, bahwa kehadiran-Mu lebih besar daripada ketakutan kami. Saat kecewa, ditolak, atau lelah berbuat baik, jangan biarkan kami jadi murid yang diam. Beri kami keberanian untuk tetap berbicara benar, melayani, mengampuni, dan mengasihi.
Ajarlah kami berdoa dalam nama Yesus, bukan hanya mengucapkan di bibir, melainkan sungguh memiliki hati yang selaras dengan hati-Nya. Biarlah kami menginginkan apa yang Yesus inginkan: damai bagi dunia, penghiburan bagi yang terluka, pengampunan bagi yang berdosa, dan iman yang makin dalam bagi banyak jiwa.
Ketika hidup terasa berat, ingatkan kami, bahwa kami tidak pernah sendirian. Yesus yang bangkit itu hadir: dalam Sabda-Mu, Ekaristi, orang-orang di sekitar, dan dalam damai yang Engkau selipkan di tengah rutinitas kami.
Bukalah mata hati kami agar mampu melihat kehadiran-Mu. Hati kami bersukacita, karena Engkau dekat. Jangan biarkan penderitaan, kegagalan, ataupun kegelapan itu mengambil sukacita yang berasal dari-Mu.
Sebab tidak ada seorang pun yang dapat merampas sukacita dari hati yang mengalami, bahwa Kristus hidup. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

