“Be best yourself.” -Rio, Scj
Saat menatap dua jendela rumah mungil nan sederhana itu saya teringat akan kata-kata komedian ternama Amerika Serikat, yaitu Bill Cosby. Beliau mengatakan, “Saya tidak tahu kunci keberhasilan, tapi kunci kegagalan adalah mencoba menyenangkan semua orang.” Benar sekali, itulah yang sering mengisi kepala kita, yaitu berusaha sekuat jiwa dan raga untuk menyenangkan semua orang, dan itu mustahil.
Sebaik apa pun kita selalu ada yang tidak suka. Sehebat apa pun pelayanan, kepemimpinan, dan kinerja kita akan ada orang yang benci dan iri. Juga seramah apa pun kita selalu ada yang melihat sebelah mata dan sinis kepada kita. Tugas kita bukan menyenangkan semua orang, melainkan untuk tidak menyakiti siapa pun.
Ibarat jendela rumah kecil nan sederhana, itulah hidup kita. Yang satu adalah jendela syukur dan jendela keluh kesah. Dari jendela syukur itu kita melihat sisi baik hidup kita. Kebaikan itu bukan untuk validasi dan dipuji, melainkan untuk berbagi dan tidak menyakiti. Karya dan kreasi itu bukan untuk dapat apresiasi, melainkan perjuangan untuk melakukan kehendak Ilahi. Syukur membuat hidup kita tidak pusing dengan penilaian dan cap orang lain, tapi syukur itu membuat jiwa ikhlas.
Dari jendela keluh kesah, kita melihat sisi manusiawi. Kita bukan manusia sempurna yang tidak bisa marah, kecewa, dan berdosa. Mengeluh boleh, tapi jangan sering dan jadi kebiasaan. Protes boleh, tapi ingat hidup ini untuk berproses agar tidak banyak protes. Kecewa dan sedih itu boleh, tapi tidak perlu lama-lama. Menangis meluapkan luka boleh, tapi tidak tenggelam dalam duka. Yakinlah, bahwa dalam semua peristiwa itu Tuhan mempunyai rencana indah untuk kita. Kalau belum indah, kita tabah dan bersabar. Karena selalu indah pada waktu-Nya.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

