“Kadang yang paling sulit dalam mengikuti Yesus… adalah tetap setia saat tekanan datang. Ingatlah selalu, Yesus tidak meninggalkan kita sendirian.”
Allah yang Maharahim, Putra-Mu mempersiapkan hati kami untuk menghadapi kenyataan hidup. Ia tidak menjanjikan jalan yang mudah. Ia berkata, bahwa dunia bisa menolak, membenci, bahkan melukai para pengikut-Nya. Ia mengingatkan, sekaligus memberi janji yang jauh lebih besar daripada semua ketakutan kami: “Roh Kudus, Sang Penolong, Roh Kebenaran.”
Terima kasih. Bapa. Karena saat kekuatan kami habis, Roh-Mu tetap bekerja. Hati kami mulai goyah, Roh Kudus kembali mengingatkan kami akan kebenaran. Ketika kami tergoda untuk mengikuti arus dunia agar diterima semua orang, Roh Kudus mengingatkan, bahwa kami adalah milik Kristus.
Tuhan, para Rasul tidak mungkin bertahan hanya dengan kekuatan manusia. Nelayan sederhana jadi pewarta Injil yang berani. Hati yang rapuh jadi kokoh. Rumah-rumah biasa jadi Gereja kecil yang penuh doa dan kasih. Semua itu, karena Roh Kudus tinggal di dalam mereka. Roh yang sama tinggal di dalam hati kami pula.
Roh Kudus, jagalah api iman kami agar tetap menyala. Saat kesibukan hidup perlahan menjauhkan dari Yesus… panggil kami kembali. Saat kecewa, lelah, atau takut membuat kami ingin menyerah… kuatkan kami lagi. Ingatkan kami, ketika tekanan hidup terasa terlalu berat, bahwa kami tidak pernah sendirian.
Bapa, jadikan rumah kami sebagai Gereja kecil bagi keluarga kami. ‘Rumah’ doa, tempat penyembuhan dan pengampunan, anak-anak belajar mengenal Sabda Tuhan, dan kasih-Mu nyata dalam keseharian.
Biarlah setiap salib di rumah kami mengingatkan kami akan cinta-Mu. Setiap doa dan berkat yang kami ucapkan membawa damai surgawi. Setiap orang yang datang ke rumah kami dapat merasakan kehadiran Kristus sendiri.
Ketika hidup ini terasa berat melampaui kekuatan kami, ajarlah kami berlari kepada Yesus seperti anak kecil, seperti St. Faustina: bukan sibuk menganalisa semua beban, tapi percaya penuh kepada Hati Yesus yang sanggup memikul semuanya.
Datanglah Roh Kudus. Bersaksilah tentang Yesus di dalam hati kami. Jagalah kami tetap setia saat lemah, berani saat takut, dan tetap mengasihi saat dunia jadi dingin.
Kami tidak ingin hanya memulai bersama Yesus. Tapi tetap tinggal bersama-Nya sampai akhir. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

