“Jika kita benar-benar tinggal bersama Yesus, maka hanya kebaikan yang ke luar dari mulut dan diri ini, karena kejahatan tidak mempunyai tempat di dalam hati. Sungguh betapa mengerikan, jika tinggal bersama Yesus, tapi kejahatan dan dosa tetap kita lakukan.”
Yesus menegaskan dalam Injil, “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok Anggur. Demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau tidak tinggal di dalam Aku.”
Lewat firman ini kita diyakinkan, bahwa:
- 1) Tuhanlah yang memungkinkan kita untuk melakukan kebaikan;
- 2) Tetap berpaut pada-Nya adalah cara terbaik untuk menghasilkan buah-buah kebaikan;
- 3) Menjauh daripada-Nya hanya akan membuka peluang bagi kita untuk melakukan kejahatan dan dosa.
Akhirnya, bila Anda tetap tinggal bersama Yesus, maka rasa buahmu beraroma Surgawi yang mengenyangkan orang lain, sehingga mereka mampu berjalan kepada Yesus.
Monsignor Inno Ngutra, Pr

