“Berbuat baik itu ada maunya…? Oh, maaf! Kebaikan adalah kebaikan. Tapi sifat pamrih itu datang dari si Jahat.” -Mas Redjo
…
Perbuatan baik itu mengajar kita untuk berani melepas tanpa merasa kehilangan agar kita ikhlas hati.
Saya terinspirasi dengan pepatah Cina kuno, “Orang yang berbuat baik, walaupun rezeki belum tiba, tapi bencana telah menjauhinya. Orang yang berbuat jahat, walaupun bencana belum tiba, tapi rezeki telah menjauhinya.”
Intinya, dengan berbuat baik, saya percaya dan ainul yaqin, bahwa sejatinya, kebaikan itu sendiri yang menjaga dan melindungi kita dari si Jahat.
Saya menjauhi prasangka buruk dan pikiran negatif, bahwa “Sudah diberi hati, meminta jantungnya” pula. Jika ternyata orang yang dibantu itu mengelunjak, tidak tahu diri, dan bahkan menikam kita dari belakang. Hal itu juga bukan urusan kita. Melainkan, bisa jadi dia khilaf atau karakternya yang buruk.
Kita diingatkan, bahwa untuk peduli, berempati, dan berbagi murah hati pada sesama serta tanpa sekat itu, sejatinya kita berbuat baik pada diri sendiri.
Dengan selalu berbuat baik sebagai nafas orang beriman, bencana itu bakal menjauhi kita. Sebaliknya kita dibukakan pintu rezeki dari delapan penjuru dunia.
Terpujilah Allah!
…
Mas Redjo

