Bekerja keras dalam diam adalah ciri khas sosok yang kita rayakan hari ini: Santo Yosef. Di balik kesunyian langkahnya, tersimpan kekuatan besar: kerja keras, iman, dan cinta. la tidak dikenal, karena kata-kata besar atau karya spektakuler, tapi karena kesetiaannya dalam hal-hal kecil. Dalam diam dan kerja keras, ia menunjukkan, bahwa iman sejati tumbuh di tengah keseharian.
Kita diingatkan, bahwa janji Allah bukan sekadar wacana, melainkan sungguh-sungguh tergenapi dalam pribadi Yesus. Yesus sendiri hadir bukan untuk menuntut kesempurnaan, melainkan untuk jadi tempat pulang bagi mereka yang letih lesu dan terluka. Dialah satu-satunya tempat kita bisa datang tanpa harus berpura-pura kuat. Kita tidak perlu ‘layak dulu’ untuk datang kepada-Nya.
Dalam Injil, kita mendengar, bahwa ketika murid-murid itu dilanda kegelisahan dan ketakutan, Yesus tidak menawarkan solusi cepat dan instan. la justru memberikan kepada mereka yang terdalam dan terpenting, yakni diri-Nya sendiri. “Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup.” Sebab la tahu, manusia bukan hanya membutuhkan jawaban, melainkan juga tempat aman untuk melepaskan topeng, meletakkan beban, dan menangis tanpa rasa malu.
“Ya, Tuhan, ajarlah kami untuk senantiasa bersandar pada-Mu. Amin.”
Ziarah Batin

