“Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku.”
Yesus menekankan, bahwa setiap orang yang datang kepada-Nya bukan karena hasil usaha orang itu, melainkan karena inisiatif Allah untuk menarik dan menyelamatkannya.
Di tengah arus modernisasi dengan dorongan rasionalisme dan humanisme yang makin kuat, di satu sisi manusia sangat berperan penting di dunia, tapi di sisi lain, manusia itu jadi sombong, karena kekuatannya. Peran Tuhan bisa jadi semakin disingkirkan.
Kita ditarik oleh Bapa, sejatinya mengingatkan kembali perlunya kita membangun sikap kerendahan hati untuk mengulurkan tangan, menyambut tangan Bapa, dan membiarkan diri kita ditarik oleh-Nya. Artinya, hidup seturut bimbingan-Nya. Kalau kita pernah melihat Salib Cordoba, kita dapat membayangkan dengan lebih mudah belas kasih Yesus yang selalu ingin menarik kita kepada-Nya. Salib Cordoba yang menampilkan tangan Kristus yang terulur memberikan pesan tersendiri tentang Dia yang selalu menawarkan belas kasih-Nya untuk menarik kita kembali dan menuntun kita melanjutkan langkah bersama-Nya.
“Ya, Tuhan, bimbinglah kami agar mampu menjalani hidup ini dengan rendah hati. Amin.”
Ziarah Batin

