“Kami lapar… bahkan saat tampak kenyang.”
Allah yang Maharahim, Sabda Putra-Mu menyentuh kedalaman hati kami: “Akulah Roti Hidup.”
Bukan roti yang sementara, dan penghiburan yang cepat berlalu, melainkan Roti Hidup: Yesus sendiri, Putra-Mu yang Engkau berikan agar kami tidak binasa, ditolak, dan tidak ditinggalkan.
Faktanya, kami sering kali merasa hampa, ya, Tuhan: kami lapar akan jawaban, rasa aman, penerimaan, dan kekuatan. Kami sering mengisi diri ini dengan hal-hal yang fana: pencapaian, prestasi, dan pegang kendali untuk jadi ‘wow’ menurut dunia.
Di hati kami yang terdalam… ada ruang yang hanya Engkau yang bisa penuhi.
Dalam kelemahan, kami datang lagi kepada-Mu. Bukan karena kami kuat, melainkan karena Engkau berjanji: “siapa pun yang datang, tidak akan Engkau tolak.”
Tuhan Yesus, Engkau tahu betapa mudahnya kami cepat lelah di dunia yang rapuh ini. Engkau melihat, pencobaan itu mencabik kami, ketakutan itu melemahkan kami, dan iman kami goyah.
Seperti Gereja perdana, yang tercerai, tapi tidak hancur. Engkau mengubah kelemahan kami jadi berkat. Di saat terserak, Engkau menghadirkan perutusan. Di tengah penderitaan, Engkau menumbuhkan sukacita.
Ya, Tuhan, puaskanlah hati kami kembali. Dalam Ekaristi, sabda-Mu, dan dalam keheningan saat kami memandang kepada-Mu.
Jadilah kekuatan kami saat lemah, kepenuhan kami saat kosong, harapan kami saat segala sesuatu itu memudar.
Ajar kami untuk tidak mengejar yang fana, tapi melekat pada-Mu, Roti yang memberi hidup kekal.
Ketika kami jatuh, ragu, dan merasa tidak layak, ingatkan kami kembali: kami diterima, dikasihi, dan tidak pernah ditolak.
Yesus, Roti Hidup, kami datang kepada-Mu. Tuhan Yesus, kepuasan sejati kami… kami percaya kepadaMu. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

