“Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang” (Yoh 6: 27).
Yesus memanggil kita untuk mencari makanan sejati, yakni kasih-Nya yang memberi hidup kekal. Sabda ini begitu menyentuh, karena setiap manusia merindukan satu hal: diterima apa adanya. Hal ini juga sering diungkapkan dalam buku harian Santa Faustina: sabda belas kasih yang menenangkan hati.
Banyak dari kita pernah ditolak, diabaikan, atau disakiti. Luka-luka itu membuat kita menutup diri dan takut menjalin hubungan. Kita ingin mengasihi, tapi justru terluka.
Tuhan memandang hati kita dengan penuh kasih. Ia berkata, “Barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan Aku buang.” Bahkan, ketika dunia menjauh, Tuhan menyambut kita (Mzm 27: 10). Kita tidak pernah sendirian, dan dicintai-Nya.
Selalu datanglah kepada Tuhan. Izinkan Dia menyentuh bagian hati yang paling rapuh. Ia menghibur dengan kelembutan dan memulihkan kita dengan kasih yang tidak pernah berubah.
“Tuhan Yesus, peluklah hatiku yang terluka dan pulihkanlah aku dengan kasih-Mu yang setia. Amin.”
Sr. M. Christa, P. Karm
Rabu, 22 April 2026
Kis 8: 1-8 Mzm 66: 1-7 Yoh 6: 35-40
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

