“Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa” (Mzm 16: 11).
Beberapa tahun yang lalu, saya mendapat hadiah kaos saat membantu di sebuah Paroki. Kaos itu bertuliskan kata-kata dari bait terakhir Mazmur Tanggapan, “Di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah.” Saya terkesan dengan kata-kata ini, dan lebih terkesan lagi, karena ternyata kata-kata ini sudah selalu saya ucapkan setiap hari Kamis malam, karena Mazmur itu adalah bagian dari Ibadat Penutup hari Kamis. Saya tidak sadar, walaupun setiap Kamis mendoakan Mazmur itu. Ternyata rupanya belum mendoakannya dengan baik. Kalau menggunakan istilah Santo Petrus, bisa dikatakan, bahwa saya belum sungguh-sungguh mendengarkan Sabda Tuhan.
Pengalaman para murid di Emaus menunjukkan, bahwa Sabda Tuhan, perkataan Yesus, mampu mengubah pesimisme mereka, mengobarkan hati kembali, dan meneguhkan mereka untuk percaya akan kebangkitan Yesus. Sabda Allah, jika didengarkan dengan sepenuh hati, akan memperbarui hidup kita. Sabda Allah akan mengoreksi kesalahan, meneguhkan kita dalam iman, menghibur, dan menguatkan kita dalam kebaikan.
Mari kita mendengarkan Sabda Tuhan dengan sepenuh hati!
Rm. Mansur Mariam, CSE
Minggu 19 Apr 2026
Kis 2: 14.22-33 Mzm 16: 1-2.5.7-11 1 Ptr 1: 17-21; Luk 24: 13-35
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

