“Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: kamu harus dilahirkan kembali” (Yoh 3: 7).
Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus mengajak kita untuk lahir kembali; bukan lahir secara fisik, melainkan hidup dalam Roh. Ia mengundang kita membuka hati agar Roh Tuhan bersemayam dalam seluruh diri dan kehidupan kita. Dengan demikian, hidup kita diperbaharui oleh Roh, yang membimbing dan menuntun kita ke jalan Tuhan, yaitu jalan kebenaran dan hidup.
Manusia yang hidup dalam Roh adalah manusia yang membuka diri kepada Roh Allah dan rela digerakkan oleh-Nya, dan pada akhirnya membawa kita pada hidup persaudaraan yang sejati: menghadirkan sukacita dan bukan perselisihan, menghadirkan damai dan bukan perpecahan, sebagaimana yang dilakukan oleh Yesus Kristus. Untuk senantiasa hidup dalam kuasa Roh Kudus, kita harus rela meninggalkan manusia lama: manusia duniawi atau manusia yang hidup menurut daging, yaitu manusia yang berkutat pada kehendak dan kesenangan pribadi.
Mari kita makin mempererat tali kasih persaudaraan. Kita bergandengan tangan dalam kasih, saling mencintai, dan menghargai dalam semangat sehati dan sejiwa menuju Bapa.
Herlin
Selasa, 14 April 2026
Kis 4: 32-37 Mzm 93: 1-2.5 Yoh 3: 7-15
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

