Gereja Perdana lahir dalam situasi yang tidak mudah. Para Rasul dan murid Yesus menghadapi tekanan, ancaman, bahkan penahanan dari para pemuka agama yang berusaha menghentikan gerak mereka. Secara manusiawi, keadaan itu bisa membuat mereka takut dan mundur. Tapi Roh Kudus yang telah dihembuskan oleh Yesus yang bangkit itu bekerja dengan cara yang tidak dapat dibelenggu oleh kekuatan manusia mana pun. Mereka makin ditekan, kian nyata pula karya Roh Kudus yang menggerakkan mereka untuk terus mewartakan Kabar Sukacita kebangkitan Kristus.
Ketika Petrus dan Yohanes dilepaskan dari tahanan, mereka kembali berkumpul bersama para murid lainnya. Mereka tidak merancang strategi politik atau mencari perlindungan manusiawi. Mereka berdoa. Bukan doa yang dipenuhi rasa takut, melainkan doa yang memohon keberanian untuk tetap setia. Saat mereka berdoa, tempat itu bergoyang, dan mereka semua dipenuhi Roh Kudus. Dari pengalaman itu, mereka bangkit dengan keberanian baru untuk mewartakan Yesus yang bangkit. Peristiwa ini menunjukkan, bahwa Roh Kudus tidak dapat dikurung, dihentikan, dan tidak dapat dibatasi oleh tembok penjara atau pun ancaman manusia.
Pengalaman Gereja Perdana ini mengingatkan kita, bahwa Roh Kudus juga bekerja dalam hidup kita saat ini. Kita sering kali merasa takut untuk bersaksi tentang iman, takut menghadapi tantangan, atau ragu dalam menjalani panggilan hidup sebagai pengikut Kristus. Tapi Yesus telah menegaskan kepada Nikodemus, bahwa seseorang harus dilahirkan kembali dalam Roh. Kelahiran baru ini merupakan cara hidup yang terus diperbarui setiap hari. Ketika kita hidup dalam Roh, kita tidak lagi dikuasai oleh ketakutan, melainkan digerakkan oleh harapan dan keberanian yang berasal dari kebangkitan Kristus.
Ada seorang perawat di rumah sakit mungkin menghadapi situasi sulit: pasien yang marah, keluarga yang cemas, atau kelelahan, karena tugas yang berat. Ia bisa merasa lelah dan ingin menyerah. Tapi, ketika ia berdoa dan menyerahkan pekerjaannya kepada Tuhan, ia menemukan kekuatan baru untuk melayani dengan sabar dan penuh kasih. Tanpa disadari, sikapnya itu jadi kesaksian bagi orang lain. Kehadirannya membawa ketenangan, dan pelayanannya jadi tanda, bahwa Roh Kudus bekerja melalui dirinya. Roh Kudus tidak terbelenggu oleh kelelahan atau situasi sulit.
Roh Kudus bekerja secara diam-diam, tapi nyata. Ia memberi kita keberanian dan pengharapan, ketika kita lemah; dan kekuatan, ketika kita hampir menyerah. Roh Kudus menyemangati kita untuk berjalan dalam terang kebangkitan Kristus. Roh Kudus tidak terbelenggu oleh waktu, tempat, atau pun keadaan. Ia terus bekerja dalam Gereja dan dalam diri setiap orang yang percaya kepada Kristus. Ketika kita hidup dalam Roh, kita jadi saksi kebangkitan Kristus di tengah dunia.
“Ya, Tuhan Allah, bersihkanlah hati dan pikiran kami dari semua noda dan kelam, agar kami dapat menjadi tempat yang layak bagi tinggalnya Roh Kudus di dalam diri kami masing-masing. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

