“Kita bukan sekadar diperbaiki, melainkan dilahirkan kembali.”
Allah yang Maharahim, kami melihat Nikodemus, seorang yang saleh, setia, dan berpengetahuan, tapi tetap datang dalam kegelapan untuk mencari Engkau.
Di tengah malam itu, Yesus menyatakan kebenaran yang mengubah segalanya: bahwa kami harus dilahirkan dari atas, dari air dan Roh, untuk masuk ke dalam Kerajaan-Mu.
Bapa, sering kali kami seperti Nikodemus; dekat secara agama, tapi belum sungguh berubah. Kami percaya, tapi belum sepenuhnya hidup sebagai ciptaan baru.
Padahal melalui Baptisan, Engkau sudah memberikan hidup yang baru itu. Engkau menjadikan kami anak-anak-Mu, warga Kerajaan Surga, dan tempat tinggal Roh Kudus.
Faktanya kami sering lupa siapa kami ini. Kami kembali pada ketakutan, kebiasaan lama, dan pada cara hidup yang gelap.
Bapa, ajarilah kami untuk menghidupi Baptisan kami. Berpikir sebagai anak-anak-Mu, berjalan dalam terang, dan peka terhadap suara Roh Kudus.
Saat kami berada dalam kegelapan, seperti Gereja perdana yang diliputi ketakutan, tariklah kami kembali dalam doa, di mana Roh-Mu berbicara, memberi keberanian, dan menyalakan iman kami kembali.
Guncangkan hati kami, ya Tuhan, seperti Engkau mengguncangkan tempat mereka berdoa. Penuhilah kami dengan Roh Kudus agar kami berani mewartakan firman-Mu dengan penuh keyakinan.
Bapa, kami memilih hidup sebagai orang yang dilahirkan dari atas. Tidak lagi dikuasai ketakutan, tapi dipimpin oleh Roh, tidak lagi terikat masa lalu, tapi hidup dalam Kristus.
Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk selalu mengingat Baptisan kami, dan hidup sebagai ciptaan baru setiap hari.
“Yesus, Engkaulah Andalanku. Amin.”
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

