1.
Siang malam bergema musik jagat raya
Deru guntur melodi petir bersahutan
Nyanyian air hujan mengalun dinamis
Sedangkan dari samudra bergelora paduan suara gelombang dan ombak
Musik margasatwa dan hutan padang belantara tak ketinggalan
Angin merekam dan mewartakan ke segenap pelosok semesta
Entah manusia ada yang mendengarkan
atau sibuk dengan kreasi musiknya sendiri
yang saling bertabrakan iklan di sosial media
2.
Jika Sang Seniman Ilahi berkreasi abadi
terus berinkarnasi dalam setiap unsur semesta
Apakah kita manusia adalah bagian kreasi seni Sang Ilahi
Jawaban insan ternyata berwarna-warni
karena bangga akan selera nafsunya
serta sombong mutlakkan kehebatan pikiran akalnya
Namun…
fakta kodrati tak bisa dilawan dan digantikan
Alat pernafasan berfungsi ada batasnya
Nafas mengambil udara dari ruang semesta
Waktu dan ajal tak bisa ditahan kehebatan ilmu dan teknologi
3.
Kita lahir dan hidup karena ada udara bagi nafas
Ajal membatasi waktu bernafas
maka raga terpisah dari jiwa
Kita ternyata hanya bagian kecil dari semesta
bukan penguasa dan pemilik alam raya
meskipun canggihnya kreasi ilmu dan teknologi
Dalam desah nafas semesta
tercatat giliran desah nafas setiap pribadi
Fakta dan misteri terus ada dan terjadi dalam sejarah
karena waktu dan ajal membatasi umur manusia
Meskipun masih banyak yang egois karena dikuasai kebodohan nafsu
4.
Irama desa nafas semesta lestari
bergema bersama alunan musik jagat raya
mengalun dalam paduan suara alam
Misteri kreasi Sang Seniman Ilahi
menegaskan keharusan kembali ke hakikat diri
untuk menghayati makna sejati pribadi
“Desah nafasku diberi sebagai hadiah sementara
Alat pernafasanku tergantung mutlak pada udara dari semesta
Maka…
kesadaran pribadi selalu ditagih
Adakah ungkapan terima kasih pada pernafasan dan udara
Apakah ada sebait hormat pada ajal dan waktu
Adakah syukur pada Sang Ilahi Pemilik semesta?

