1.
Aku beranikan diri membuka Buku Harian nafasku
Ternyata ada dua buku tersimpan
Yang pertama Buku Harian Nafasku selama dalam rahim
Yang kedua Buku Harian Nafas selama berkelana di dunia
yang akan berhenti dicatatkan
saat ajal tiba dan hembusan nafas terakhirku
Ada relasi ajaib antara desah nafasku dan udara
Ada rahasia antara udara dan waktu
Mungkin hanya ajal yang mengerti dan tahu
2.
Ternyata nafas mencacatkan sendiri desahnya
Seperti udara yang datang dan pergi
ke luar masuk dalam alat pernafasan
Juga udara yang berkelana di seluruh anggota tubuh
Aku ada dan ditemani nafas
Tanpa nafas,
aku tak bisa berbuat apa-apa
Entah saat sadar maupun waktu tertidur
Jiwa raga pasti terpisah
saat tiba waktunya akhir desah
Apa dan siapakah engkau nafasku?
Mengapa udara dan waktu pun tak menjawab aku?
3.
Ketika membaca Buku Harian Nafas
baik yang pertama di dalam rahim
juga yang kedua setelah terlahir
Tak pernah tertulis apa dan siapa identitas pemilik nafas
juga apa dan siapa pengatur udara
Aku hanya diam dan kagum
namun tanya terus mengusik damba
agar menelisik misteri relasi nafasku dan udara
4.
Aku coba memberanikan diri
untuk menduga tabir relasi misteri
yang merangkul nafasku dan udara
Nafasku ada awal dan akhirnya
karena saat ajal menjemput pasti
raga jadi jenasah karena tanpa nafas
Tetapi…
Udara tetap ada dalam jenasah maupun di alam semesta ini
tetap lestari dan penuh misteri
Apakah udara itu fakta abadi kehadiran Sang Ilahi
Adakah waktu adalah kembaran lestari udara yang Maha Misteri
5.
Setiap anak manusia yang terlahir ke bumi
pasti mempunyai Buku Harian Desah Nafas
Entah hanya satu di dalam rahim
Entah lengkap dua dengan setelah terlahir ke bumi
Desah nafas sendiri yang mencatat
Udara yang menjaga tanpa cacat
Dan
Sang Waktu yang mengawasi setia dengan cermat
Mungkin inilah fakta dan keajaiban
Diri kita manusia adalah sebuah misteri
Alam semesta juga sebuah misteri
Waktu merangkul segalanya dengan pasti teliti
Segalanya fakta dan keajaiban Sang Ilahi Maha Misteri

