“Ketika kami kembali ke cara lama, Yesus datang dengan kerahiman, dan memanggil kami lagi.”
Allah yang Maharahim, ketika kami kembali pada kebiasaan lama, seperti Petrus yang kembali menjala ikan, Engkau tidak pernah berhenti memanggil kami.
Dalam kegelapan pilihan itu, kami sering berakhir dengan kehampaan;
seperti para murid yang bekerja sepanjang malam, tapi tidak memperoleh apa-apa.
Saat fajar menyingsing, Putra-Mu berdiri di pantai. Bukan untuk menghukum, melainkan untuk memulihkan. Bukan untuk mempermalukan, melainkan untuk memanggil kami kembali.
Dengan satu ketaatan pada sabda-Mu, kehampaan itu berubah jadi kelimpahan. Dengan satu perjumpaan, kegagalan itu berubah jadi panggilan.
Melalui Kristus yang bangkit, Engkau mengingatkan kami, bahwa kegagalan bukanlah akhir, dan kerahiman-Mu tiada habisnya. Dialah batu yang dibuang, tapi jadi batu penjuru keselamatan kami.
Ajarilah kami untuk mengenali-Mu dalam hal-hal sederhana. Saat pikiran ini kosong, tuntun kami untuk kembali mendengarkan suara-Mu. Saat kami jatuh, beri kami keberanian untuk kembali kepada-Mu tanpa takut.
Selimuti kami dengan kuasa, kebenaran, dan hidup-Mu. Penuhi kami bukan hanya dengan berkat jasmani, melainkan juga dengan kerahiman-Mu, Roh Kudus-Mu, dan panggilan-Mu.
Jadikan kami saksi yang berani,
seperti Petrus yang Engkau ubah
dari pribadi yang rapuh itu jadi Gembala yang teguh.
“Yesus, Engkaulah Andalanku. Amin.”
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

