Red-Joss.com | Kisah ini konyol, bahkan teramat konyol, langka tapi nyata. Kejadian ini sekitar tahun 2012 yang lalu. Ketika seorang pedagang grosir membeli sebuah gudang, tapi ia membayarnya menggunakan tas kresek.
Maaf, jangan membelalakkan mata, melongo, apalagi tidak percaya. Karena hal itu sungguh terjadi, dan fakta itu nyata!
Dulu, orang membeli motor lalu membayarnya menggunakan uang koin, dan viral. Kini, ada seorang pedagang grosir membeli sebuah gudang, dan membayarnya menggunakan tas kresek yang berisi uang!
Sebut saja, nama pedagang grosir itu SL. Awalnya, SL ingin membeli sebuah gudang untuk dibuat toko, dan lokasinya di pinggir jalan besar.
Alasan SL ingin membeli gudang, karena tempat yang digunakan untuk toko itu tidak dijual oleh pemiliknya, dan toko itu juga terlalu kecil untuk menampung barang dan stok dagangan.
Sesungguhnya SL ingin sekali untuk membeli gudang itu, tapi uangnya tidak cukup. Oleh sahabatnya, SL disarankan untuk kredit alias pinjam ke bank.
Bagi SL, kredit itu berarti ribet dan urusannya berbelit. Karena ia harus melengkapi banyak hal dan dokumen yang diperlukan. Padahal
selama ini SL juga tidak mengenal perbankan. Jika hendak melunasi barang dagangan, SL biasa membayar dengan uang tunai.
โBarangkali gudang itu belum rezeki saya,โ komentar SL sederhana, ketika gudang itu dibeli oleh orang lain.
Enam bulan kemudian, gudang yang gagal dibeli itu dijual lagi oleh pemiliknya, dan SL mendengar kabar itu.
Tergerak, karena penasaran dan
ingin tahu, SL menanyakan kepastian hal itu. Ternyata benar, tapi harga gudang itu melonjak naik hingga 300 juta!
SL lalu rembugan dengan istrinya untuk menawar gudang itu, tapi pemilik itu kekeuh tidak mau mengurangi harga jualnya. Hingga akhirnya terjadi deal, kesepakatan. Oleh SL, pemilik gudang itu diundang ke rumah untuk membicarakan detail pembayaran lebih lanjut.
Pemilik gudang itu jadi kaget, ketika SL bermaksud untuk membayar gudang itu dengan uang tunai!
Alhasil, keesokan harinya SL dan pemilik gudang, setelah menyelesaikan transaksi jual beli itu di notaris, mereka lalu pergi ke bank.
Sejak itu SL mengenal dunia perbankan. Kebiasaan SL yang selama ini menyimpan uang di lemari atau gudang rumah, kini dipindahkan ke bank.
Awalnya SL merasa agak repot, karena harus sering pergi ke bank. Tapi ternyata, menyimpan uang di bank itu jauh lebih aman. Selain tentu saja, pihak bank juga membantunya dalam mengelola jasa keuangan, sehingga makin melancarkan transaksi bidang usahanya.
…
Masย Redjo

