Dan lagi: “Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa itu harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem” (Luk 24: 47).
Masih dalam suasana Oktaf Paskah, kita kembali diingatkan untuk merenungkan makna kebangkitan Kristus dalam hidup kita. Injil menegaskan, bahwa Paskah bukan hanya perayaan kemenangan, tapi juga panggilan untuk mewartakan pertobatan dan pengampunan dosa bagi semua orang. Pesan ini mengajak kita melihat kembali cara kita hidup setiap hari.
Santo Agustinus yang pernah jauh dari Allah, tapi akhirnya jadi salah satu Bapa Gereja terbesar menyebut pertobatan sejati itu sebagai perubahan mendalam dalam pikiran dan hati: metanoia. Pertobatan itu bukan sekadar rasa menyesal, melainkan gerakan hati untuk meninggalkan hidup lama dan mulai berjalan dalam terang Tuhan. Perubahan ini tidak mungkin terjadi tanpa rahmat Allah, yang menolong kita mengakui kelemahan, memohon ampun, dan tetap setia dalam pergumulan harian.
Kita menyadari, bahwa jatuh ke dalam dosa adalah bagian dari kelemahan manusia. Tapi Paskah mengingatkan kita, bahwa rahmat Tuhan selalu lebih besar daripada kejatuhan kita. Yesus telah menebus dosa kita, dan janji-Nya tetap teguh.
Marilah kita datang kepada-Nya memohon pengampunan-Nya, dan bangkit kembali dengan hati yang diperbarui.
Sr. Michelle Marie, P. Karm
Kamis, 09 April 2026
Kis 3: 11-26 Mzm 8: 2.5-9 Luk 24: 35-48
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

