“Damai sejahtera bagi kamu,” demikian salam Yesus kepada murid-murid-Nya.
Salam ini terus digunakan oleh banyak orang hingga saat ini dalam segala situasi. Hal itu berarti damai adalah perjuangan semua orang, sebuah situasi nyaman, karena ada pemulihan dari konflik dan perselisihan. Sebuah harapan pula agar situasi nyaman ini terus terjadi.
Banyak murid merasa takut dan kecewa, setelah peristiwa penyaliban Yesus. Tapi kebangkitan Yesus dan salam damai itu memulihkan dan meneguhkan harapan baru bagi mereka. Pada saat para murid mengalami situasi terburuk, Yesus hadir dan tidak meninggalkan mereka. Sebuah pengingat bagi kita, bahwa dalam saat-saat tersulit sekalipun, Tuhan hadir dan membawa pemulihan serta harapan baru bagi kita.
Jika kita menjauh dari-Nya, damai adalah ajakan untuk kembali lagi kepada-Nya. Pemulihan diawali dengan pertobatan. Pemulihan itu juga menawarkan belas kasih dan pengampunan. Jika masih ada konflik dalam hidup kita, salam damai Yesus mengingatkan kita untuk bertobat dan memberikan pengampunan bagi yang bersalah kepada kita.
“Ya, Tuhan, mampukanlah kami jadi pembawa damai bagi diri kami sendiri dan sesama. Amin.”
Ziarah Batin

