Tentunya ada banyak alasan bagi masing-masing orang sehingga memiliki kecemasan, kekhawatiran, kegelisahan, ketakutan, bahkan kesepian, kesendirian serta perasaan ditinggalkan. Setelah kematian Yesus, memang ada sedikit kisah Kabar Sukacita, ketika Maria Magdalena mengabarkan, bahwa Yesus telah bangkit. Tapi hal ini belumlah cukup.
Masih berada di tengah ketakutan dan kegembiraan inilah, Yesus mendatangi dan menguatkan para murid-Nya. Sementara mereka bercakap-cakap tentang hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu!” (Luk. 24: 36).
Pelajaran penting bagi kita:
- 1) Tidak ada seorang pun luput dari problem dan masalah dalam hidupnya;
- 2) Harus tetap percaya, bahwa Tuhan tidak akan pernah membiarkan kita merana dan mati, karena masalah dan problem hidup ini;
- 3) Berkat-Nya pasti tercurah pada kita dan penyertaan-Nya sempurna adanya.
Akhirnya tetap yakin, bahwa sebesar apa pun masalah kita tidak lebih besar dari kuasa dan berkat yang Tuhan anugerahkan pada kita.
Monsignor Inno Ngutra, Pr

