Jadi saksi itu bukan sekadar ‘label’, melainkan sebuah ‘aksi’.
- Intinya sederhana: Karena kita sudah merasakan sendiri kebaikan Tuhan, kita tidak bisa menyimpan sendiri. Mewartakan berarti membagikan pengalaman nyata itu kepada orang lain, baik dalam berkata-kata atau sikap hidup sehari-hari agar mereka juga bisa mengenal kasih-Nya.
- Lewat Pengalaman: Saat teman bertanya, “Kok tenang banget sih menghadapi masalah ini?” Kita menjawab: “Sejujurnya aku juga sempat takut, tapi aku berdoa dan Tuhan kasih ketenangan yang luar biasa. Itu yang bikin aku kuat” (Ini adalah mewartakan penyertaan Tuhan).
- Lewat Sikap: Di tempat kerja atau kuliah / sekolah, banyak orang melakukan kecurangan kecil. Kita (saksi!) memilih tetap jujur. Saat ditanya alasannya, kita jawab: “Aku percaya Tuhan melihat yang aku kerjakan, jadi aku mau memberikan yang terbaik dan jujur” (Ini adalah mewartakan keadilan Tuhan).
- Lewat Kepedulian: Membantu teman yang sedang sulit atau dengarkan curhatannya itu dengan tulus. Tindakan kasihmu itu cerminan kasih Tuhan. Ketika mereka berterima kasih, kita berkata: “Aku bersyukur bisa membantu, karena aku pun sering dibantu Tuhan lewat orang lain” (Ini adalah jujur dalam mewartakan kasih Tuhan).
Sejatinya jadi saksi-Nya itu seperti ‘menularkan’ damai dan sukacita yang sudah kita terima dari Tuhan kepada orang di sekitar kita.
Berkah Dalem.
Jlitheng

