Dasar Menjadi Saksi.
Setelah diselamatkan, kita dipanggil untuk jadi saksi Tuhan. Bukan sekadar menyampaikan informasi atau teori, melainkan membagikan pengalaman hidup pribadi yang telah diubah secara nyata oleh kuasa Tuhan.
Wujud Nyata dalam Keseharian. Kebenaran yang diyakini itu harus mewujud dalam tindakan sehari-hari. Hidup kita adalah ‘Surat Terbuka’ yang dibaca oleh sesama; cerminan karakter Kristus yang dapat dilihat, didengar, dan dirasakan langsung oleh orang-orang di sekitar kita.
Sumber Kekuatan.
Kita tidak berjalan sendirian. Andalan utama kita adalah kuasa Roh Kudus yang memampukan kita untuk bersaksi, mulai dari lingkungan terdekat hingga ke ujung dunia.
Komitmen dan Harapan.
Melalui pujian, seperti “Jadilah Saksi Kristus,” kita diingatkan untuk terus membawa cahaya hati yang terang ke tengah kegelapan dunia.
Kesimpulan:
Menjadi saksi adalah tugas luhur untuk memuliakan nama-Nya dalam setiap langkah hidup, sampai Ia datang kembali.
Berkah Dalem.
Jlitheng

