Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!” artinya Guru (Yoh 20:16).
Maria Magdalena berdiri di depan kubur dengan hati yang hancur. Segala harapannya seolah lenyap bersama wafatnya Yesus. Tapi justru dalam kepedihan terdalam itulah Tuhan menyatakan karya kebangkitan-Nya. Ketika Maria menoleh, karena mendengar suara lembut yang memanggil namanya, ia akhirnya mengenali Sang Guru yang hidup. Dalam sekejap, air mata duka berubah jadi sukacita yang melimpah.
Injil mengingatkan kita, bahwa Tuhan hadir dalam kesedihan dan kebingungan kita, walaupun mata ink tidak melihat-Nya. Yesus bangkit bukan hanya untuk mengalahkan maut, melainkan juga untuk menyalakan kembali pengharapan yang mulai pudar. Ia mengenal dan memanggil kita satu per satu, sama seperti Ia memanggil Maria.
Pada masa Oktaf Paskah ini, kita diajak membuka hati agar suara Kristus yang bangkit dapat kita dengar, mengubah duka jadi sukacita, kegelapan jadi terang, dan hidup lama jadi hidup baru bersama-Nya.
Sr. M. Carmeline, P. Karm
Selasa, 07 April 2026
Kis 2: 36-41 Mzm 33: 4-5.18-20.22 Yoh 20: 11-18
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

