“Cinta yang tulus itu mampu menyadarkan, menggerakkan dan mengubah mereka yang dicintai.”
Pengalaman cinta yang mengubah ini nampak jelas dalam pengalaman Maria Magdalena, yang sadar akan dosa-dosanya dan berubah, ketika diterima (dicintai) apa adanya oleh Yesus. Rasul Paulus melukiskan cinta yang mengubahkan ini dengan indah dalam suratnya yang kedua kepada jemaat di Korintus, katanya, “Jadi barangsiapa dalam Kristus, dia adalah ciptaan baru! Yang lama sudah berlalu, dan sungguh, yang baru sudah datang.”
Jadi baru, karena pengalaman dicintai selalu mengandung tugas perutusan seperti yang Yesus katakan kepada Maria Magdalena, “Tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.”
Pengalaman Sta. Maria Magdalena ini memberikan inspirasi kepada kita, bahwa:
1) Cinta tulus dari orang lain mampu menyadarkan dan mengubah kita. Kesadaran akan dicintai hendaknya membuat kita bertobat dan berubah.
2) Untuk mempertahankan diri agar tidak jatuh lagi ke dalam dosa, maka seseorang harus berpaut pada Tuhan seperti yang dilakukan oleh Maria Magdalena.
3) Perasaan dicintai selalu membangkitkan kita untuk berbuat sesuatu kepada orang lain. Ingatlah dengan yang dikatakan oleh Sta. Teresa dari Kalkuta, “Setiap orang mampu melakukan perbuatan-perbuatan kecil dengan cinta yang besar.”
Semoga hari ini, engkau mampu membawa kabar sukacita, bahkan jadi kabar sukacita kepada orang-orang di sekitarmu.
Monsignor Inno Ngutra, Pr

