Ketiadaan Jenasah Yesus, batu terguling ke samping, yang ada di dalam kubur hanyalah kain kafan dan kain peluh? Apakah semuanya itu sudah jadi bukti kuat kebangkitan Tuhan? Apakah itu hanyalah hoaks atau sebuah kebenaran iman? Maka hanya yang mempunyai relasi pribadi dengan Tuhanlah yang bisa mengalami kebangkitan Tuhan dan bukan sekadar percaya.
Kisah Injil, Petrus dan Yohanes yang jadi saksi dari semua yang ada di sekitar dan di dalam kubur, tapi belum bisa bertemu dengan Yesus yang bangkit. Ini berbanding terbalik dengan yang dialami oleh Maria Madgalena yang bertemu dengan Malaikat dan bahkan Tuhan sendiri. Maka untuk bertemu dengan Yesus yang bangkit diperlukan pertobatan dan kesucian hati. Firman Tuhan, “Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai ke kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.”
Jadi bahan permenungan bagi kita:
- 1) Kebangkitan Tuhan mau menyatakan ke-Allah-an Yesus, maka berbahagialah kita yang memilih untuk percaya kepada Yesus dan menjadikannya Juru Selamat kita;
- 2) Hidup para pengikut Yesus itu begitu indah, karena dengan kebangkitan Yesus, kita memiliki harapan dan keyakinan, bahwa suatu waktu kita akan bangkit seperti Kristus;
- 3) Adalah tugas kita di pesta kebangkitan ini untuk mewartakan Kristus yang bangkit kepada semua orang yang dijumpai dalam hidup kita.
Akhirnya tiada yang lebih indah nan membahagiakan, bila kelak kita menikmati Surga yang dijanjikan oleh Yesus, karena kita tetap bertahan dalam iman kepada-Nya dan melakukan perintah-Nya.
“Selamat Merayakan Hari Raya Paskah.”
Monsignor Inno Ngutra, Pr

