“Menanti adalah pekerjaan yang membosankan. Namun malam ini kita semua menanti kebangkitan Kristus dalam suasana sukacita dan kegembiraan, karena Yesus pasti akan bangkit.”
Sabtu ini biasanya disebut “Sabtu Besar, Sabtu Suci atau Sabtu Sepi,” yang mau menggambarkan tentang Yesus yang terbaring sunyi dalam makam yang sepi. Malamnya kita akan merayakan perayaan malam Paskah yang lazimnya disebut perayaan “Vigili Paskah: Tirakatan Menanti Kebangkitan Tuhan.”
Gereja mengajak kita sekalian untuk menantikan kebangkitan Tuhan, bukan dengan muka yang muram, melainkan dengan hati yang bersukacita, karena kebangkitan Tuhan adalah sebuah kepastian.
Di tengah perang yang berkecamuk, krisis ekonomi, di tengah ketakutan dan kecemasan, karena maraknya kriminalitas; dan di tengah kekecewaan serta fustrasi, karena kondisi perekonomian rumah tangga, maka malam ini kita semua dikuatkan oleh kata-kata Malaikat kepada para wanita, “Jangan takut!”
Kata-kata “Jangan Takut” sangat sering diucapkan oleh Tuhan kepada manusia. Tuhan mau memberikan jaminan, bahwa ketakutan hendaknya tidak menggentarkan hati, karena iman harus kuat dan teguh menghadapinya.
Malam ini, ketika merayakan upacara cahaya, kita diyakinkan, bahwa segelap apa pun kehidupan, bahkan dosa-dosa kita, Yesus akan bangkit memberikan kepastian dan terang bagi jalan kita untuk mencapai keselamatan.
Marilah kita menanti dengan sukacita, karena kebangkitan Tuhan akan segera terjadi. Yesus sungguh membuktikan lewat kebangkitan-Nya, bahwa Dia dan hanya Dialah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan. Percaya kepada-Nya adalah jaminan untuk mendapatkan keselamatan.
Marilah kita menanti dengan sukacita agar kita pun ikut bangkit bersama Dia.
…
Monsignor Inno Ngutra, Pr

