Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com | Hidup dalam rutinitas, sering melalaikan banyak makna dan keajaiban berkah Sang Pencipta. Seolah-olah hidup hanya untuk melewati waktu pagi, siang, sore, dan malam. Padahal, dalam jiwa raga, dalam setiap desah nafas dan aliran desir darah, dan waktu yang kita terima setiap saat, ada mukjizat dan keajaiban berkah Sang Pencipta.
Ketika bangun, semoga ada kesadaran bersyukur bahwa masih diberi kehidupan. Alam lingkungan sering menyapa mengingatkan, tergantung kita peduli atau tidak. Refleksi atas hal itu, saya tuliskan dalam sajak:
Satu Hari Baru Lagi
Lengking suara burung kecil
memanggil pagi di pucuk pohon
Gemuruh kokok jago bersahutan
bangunkan fajar yang pulas
di pelukan seribu mimpi manusia
kehidupan diramu suka duka
Silih berganti lahir dan mati
merangkai ada dalam ruang waktu
Setiap insan belajar mengerti
berjuang mainkan peran sendiri
antara fakta damba dan misteri
antara kelahiran dan kematian
antara pagi, siang, dan malam
Kemarin masih terdengar ramai
lagu lama dinyanyikan lagi
Dunia ini panggung sandiwara
ada aneka peran dimainkan
ada banyak panggung diciptakan
ada rupa-rupa topeng digunakan
Demi kebutuhan diri dan kelompok
Demi gengsi kuasa dan harta
Demi selera nafsu keserakahan
maka segala cara dihalalkan
Bahkan dengan nama Allah
lakukan kejahatan habisi sesama
Entah apa lagumu laguku
Entah apa topengmu topengku
Entah di mana panggungmu panggungku
Entah apa peranku dan peranmu
Satu hari baru lagi
Pagi pasti datang kembali
Fajar selalu terbit lestari
Ruang waktu terjadi abadi
terbentang bagi setiap pribadi
mengisi pilihan keputusan mandiri
atau ikutan diatur orang lain
atau menjadi budak robot
Bahkan siap dikorbankan kejahatan
karena memang tak berdaya
oleh berbagai alasan zaman
dalam misteri panggung sandiwara
Ombak gelombang samudera kata
syair indah surga dan neraka
dari mulut berbusa dan berbisa
dengan sejuta janji manis cinta
yang membalut selaksa dusta
Satu hari baru lagi
Ombak gelombang samudera kata
bergelora pecah di bibir insan
Kreasi pikiran menggerakkan jemari
menghiasi wajah layar gadget
membius angan merasuk hasrat
Untuk membuat topeng damba pribadi
Untuk mainkan peran sendiri
Agar merebut aneka kebutuhan
dalam gelora ombak gelombang
dalam samudera kata-kata
dalam banjir pesona informasi
di atas panggung sandiwara dunia
kata dusta fakta surga neraka
Satu hari baru lagi
Roda kehidupan terus berputar
Warna-warni pengalaman terjadi
Kisah suka duka manusia
silih berganti menggores makna
Diabadikan samudera kata-kata
hempaskan ombak kreasi pikiran
buihnya membasahi pasir pantai
misterinya dirangkul siang malam
Sedangkan hati nurani diri pribadi
berkelana mengejar sinar matahari
Dan jiwa sanubari mencari
makna surga neraka di angkasa
meskipun telapak tetap menginjak tanah

