“Hari ini kita memandang Salib.
Kasih bukan dijelaskan: Kasih disalibkan.”
Allah yang Maharahim, kami berdiri di kaki salib Putra-Mu, Yesus. Saat Ia ditinggikan, kami memandang Dia yang telah kami tikam; dan hati kami pun tertusuk.
Dalam keheningan-Nya, kami mendengar kerahiman-Mu. Dalam luka-luka-Nya, kami menemukan kesembuhan kami.
Yesus, Engkau adalah Sang “Akulah Aku,” yang di hadapan-Nya para prajurit tersungkur; tapi Engkau memilih berdiri menggantikan kami.
Engkau diikat, supaya kami dibebaskan; dilucuti, supaya kami dikenakan rahmat; dan ditolak, supaya kami diterima sebagai anak-anak-Mu.
Saat ketakutan itu seperti Petrus bangkit dalam diri kami, ajar kami untuk berserah: bukan melawan dengan kekuatan sendiri. Saat harga diri kami terluka, ajar kami percaya, seperti Engkau percaya kepada Bapa.
Tuhan, saat kami memandang salib-Mu hari ini, luruhkan kesombongan, dosa, dan kebergantungan pada diri sendiri. Tarik kami masuk dalam ketaatan dan belas kasihMu yang sempurna.
Bapa, kami tidak lari dari salib; kami datang mendekat. Sebab di sana, kasih mengalahkan dosa, dan kerahiman-Mu jadi jawaban terakhir.
Yesus, Anak Domba Allah, kasihanilah kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

